Disuntik Investor Korea, Agregator Voucer RI Aldmic Perluas Pasar

Investor asal Korea Selatan menyuntik modal startup agregator voucer digital di Indonesia, Aldmic. Perusahaan e-voucher ini bekerja sama dengan Samsung sejak 2015.
Desy Setyowati
31 Maret 2022, 11:15
aldmic, voucer digital, investor, investor korea, korea selatan,
Aldmic
Co-Founder Aldmic Aldwin Wijaya, Rini Cen, dan Willy Thomas

Perusahaan agregator penyedia voucer Aldmic COOPN Digital meraih pendanaan seri A dari investor asal Korea Selatan, COOP Marketing. Aldmic memperluas pasar, dengan menyasar konsumen ritel atau Business-to-Consumers (B2C).

COOP Marketing adalah perusahaan penyedia e-voucher di Korea Selatan. Namun nilai pendanaan dari COOP Marketing tidak disebutkan.

Sedangkan Aldmic COOPN Digital sebelumnya bernama PT Aldmic Technology Indonesia. Ini merupakan agregator merchant yang memiliki spesialisasi dalam penyediaan voucer digital dan manajemen program loyalitas.

Perusahaan itu didirikan oleh Aldwin Wijaya, Rini Cen, dan Willy Thomas pada 2015. Korea IT Times melaporkan, COOP Marketing mengakuisisi mayoritas saham Aldmic Technology Indonesia pada Maret 2021.

Advertisement

Aldmic kemudian meluncurkan platform mobile gifting Pay’s Gift. Pengguna bisa saling mengirimkan hadiah digital berupa voucer dan produk mitra merchant melalui platform ini.

Sejauh ini, Pay’s Gift telah bekerja sama dengan lebih dari 70 brand di Indonesia, mulai dari kuliner atau F&B, kesehatan hingga olahraga.

Mitra kuliner yang digaet seperti GrabFood dan Chatime. Sedangkan salah satu brand kesehatan yang digandeng yakni Dr Kong.

Klien lainnya yakni Samsung, yang sudah bergabung sejak 2015. Pay’s Gift membantu pengembangan Samsung Galaxy Gift Indonesia.

“Kedepan, kami berupaya mengembangkan jangkauan dan spesialisasi Pay’s Gift dengan menambah jumlah mitra merchant dalam platform. Tidak hanya dari segi jumlah, kami juga ingin bekerja sama dengan lebih banyak brand lokal di setiap kota,” ujar CEO Aldmic COOPN Digital Willy Thomas dalam keterangan pers, Kamis (31/3).

“Kami juga menjajaki kemungkinan untuk membuka layanan internasional, sehingga pengguna bisa mengirimkan hadiah digital untuk teman atau keluarga yang berada di negara lain,” tambah dia.

Aldmic pun kini menyasar konsumen ritel. Menurut Global Gift Card Survey pada 2021, pasar pemberian gift card di Indonesia diprediksi tumbuh dari US$ 1.365,7 juta pada 2020 menjadi US$ 2.302,6 juta pada 2025.

Laju Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) diprediksi mencapai 9,9% per tahun pada periode 2021 - 2025.

Selain itu, masyarakat Indonesia kian terbiasa bertransaksi online. Willy menilai, permintaan voucer digital juga berpotensi meningkat.

Apalagi, pembelian pulsa dan voucer digital di kanal e-commerce naik 4% selama 2019 - 2020. Berdasarkan riset SIRCLO, 45,2% perempuan melakukan pembelian pulsa dan voucer digital secara online.

Pay’s Gift juga optimistis bahwa Indonesia memiliki potensi penduduk dan kultur yang sejalan dengan fokus perusahaan. Dengan populasi terbanyak keempat di dunia, Indonesia memiliki kebiasaan untuk saling memberikan hadiah, terutama pada momen-momen spesial seperti Tahun Baru, Lebaran, Natal, ulang tahun, dan Imlek.

“Kami bertujuan merevolusi kebiasaan pemberian hadiah di Indonesia dengan cara yang fleksibel, praktis, dan berkelanjutan,” ujar Willy.

CEO COOP Marketing Mr Woo-Jeong Jeon mengatakan, seiring dengan berlanjutnya tren nirsentuh saat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, pengguna voucer seluler terus meningkat. “Ini akan membuat Layanan Hadiah Seluler memantapkan dirinya sebagai layanan penting di masa depan,” kata dia dikutip dari Korea IT Times, pada Januari (31/1).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait