Kominfo Andalkan Satelit Atasi Gangguan Kabel Laut di Papua

Terjadi dua kali gangguan pada kabel bawah laut di Indonesia. Kominfo andalkan Palapa Ring dan satelit.
Image title
11 Mei 2022, 16:38
kominfo, kabel bawah laut, merauke-timika, internet
Kominfo
Konferensi pers Kominfo soal gangguan SKKL Merauke-Timika pada Selasa sore (10/5).

Dalam beberapa pekan terakhir, terjadi dua kali gangguan jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Telkom menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, termasuk mengandalkan satelit.

Menteri Kominfo Johnny G Plate menjelaskan, gangguan pertama terjadi di SKKL Jakarta-Surabaya. Telkom telah memperbaiki jaringan dan selesai pada pekan lalu (6/5).

Kini, terjadi gangguan fiber optik di Sulawesi, Maluku, Merauke sampai ke Timika. Selain itu, ada gangguan kabel bawah laut Merauke-Timika.

Berdasarkan pengukuran, suspeknya ada di 270 kilometer dari Merauke dan di kedalaman sekitar 60 meter. 

Advertisement

Johnny mengidentifikasi tiga penyebab gangguan kabel bawah laut tersebut, yakni:

  1. Berkaitan dengan aktivitas manusia di perairan
  2. Terkait aktivitas vulkanis bawah laut yang memicu kabel serat optik lumer dan putus
  3. Karena aktivitas geologi atau longsor tebing bawah laut

Johnny menyatakan bahwa gangguan SKKL akan memengaruhi kualitas layanan telekomunikasi dan akses internet di Papua. Sedangkan kapasitas kebutuhan traffic internet di wilayah ini diperkirakan 42 gigabita (GB). 

Alhasil, Kementerian Kominfo dan Telkom menyiapkan jaringan alternatif sebagai langkah mitigasi.

"Kami melakukan pemulihan (recovery) dengan memanfaatkan back up link 3,25 GB. Dari Palapa Ring 1,25 GB dan satelit 2 GB,” kata Kominfo dalam siaran pers, Selasa sore (10/5).

Sedangkan panjang Palapa Ring di Indonesia sebagai berikut:

Menurut dia, pemulihan jaringan kabel bawah laut Merauke-Timika membutuhkan waktu karena berkaitan dengan ketersediaan kapal DNEX Pacific Link (DPL). "Ini terjadi pada SKKL di laut, maka untuk melakukan perbaikan jaringan dibutuhkan segera kapal,” ujarnya.

“Saat ini sangat terbatas jumlah kapal di Indonesia yang mempunyai kemampuan untuk melakukan penggelaran jaringan fiber optik di laut,” tambah Johnny.

Johnny menyatakan, kapal DPL tengah kembali ke Batam setelah memperbaiki gangguan pada SKKL Jakarta-Surabaya. Setelah melakukan pengisian bahan bakar, kapal bakal kembali memperbaiki jaringan kabel bawah laut Merauke-Timika.

Kominfo memperkirakan perbaikan gangguan kabel bawah laut Merauke-Timika selesai akhir bulan ini.

Direktur Network dan IT Solution PT Telkom Herlan Wijanarko mengatakan, kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri dalam membangun dan memelihara konektivitas di Indonesia.

Saat ini, ada 178 ribu kilometer jaringan fiber optik dan 124 ribu kilometer jaringan domestik. "Ada banyak potensi gangguan karena kondisi geografis, jalur gunung berapi bawah laut dan ada juga longsor bawah laut," katanya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait