Cara Kominfo Jaga Stok Set Top Box Jelang Setop TV Analog di Jakarta

Jakarta hingga Bekasi akan menggelar migrasi dari TV analog ke TV digital pada Rabu (25/8). Bagaimana cara Kominfo memastikan warga miskin memperoleh set top box gratis?
Lenny Septiani
22 Agustus 2022, 11:53
tv analog, tv digital, set top box
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.
Warga menonton televisi yang menayangkan langsung penyuntikan vaksin CoronaVac perdana di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Migrasi dari TV analog ke TV digital atau ASO tahap kedua, termasuk di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dijadwalkan digelar pada Rabu (25/8). Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun berupaya menjaga setop set top box.

Set top box TV digital ialah alat untuk mengonversi sinyal menjadi gambar dan suara agar dapat ditampilkan pada TV analog. Di Indonesia menggunakan DVB-T2 untuk menangkap siaran TV digital.

Migrasi dari TV analog ke TV digital tahap kedua akan digelar di 109 kabupaten/kota, termasuk Jabodetabek. Namun Menteri Kominfo Johnny G Plate menyampaikan, daerah yang menerapkan ASO bakal disesuaikan dengan kesiapan masing-masing wilayah.

Ia pun meminta pemerintah daerah (pemda) mendukung pendistribusian set top box dengan cara menyediakan data penerima yang riil. “Marilah kita sama-sama memastikan pengadaan distribusi dan instalasi setiap set top box untuk televisi masyarakat miskin,” ujar Johnny dalam diskusi publik berjudul ‘Dukung Era Baru TV Digital, Jabodetabek Siap ASO’, Jumat (19/8).

Advertisement

Apalagi menurutnya, jika pelaksanaan migrasi TV analog ke TV digital di Jabodetabek berjalan baik, maka dapat berimplikasi besar terhadap industri broadcast nasional.

Selain itu, ada sekitar 70 manufaktur produsen set top box yang sudah tersertifikasi oleh Kominfo. “Jangan lagi alasan kurang set top box,” katanya.

Walaupun, ia memahami ada persoalan pasokan cip (chip) dalam membuat set top box. Kelangkaan cip ini juga dialami oleh banyak negara.

Johnny juga mengajak Lembaga Penyiaran Swasta, dan Lembaga Penyiaran Publik, penyelenggara multipleksing yang sudah berkomitmen untuk menyediakan dan mendistribusikan set top box dengan baik.

“Ini hanya Jabodetabek, yang dari ujung ke ujung (ditempuh) kurang dari enam jam. Bisa dijangkau,” katanya. “Jangan sampai nanti menjadi sensitif. Salah tempat ribut di lapangan. Nanti yang sana, dapat yang sini tidak.”

Ketiga hal itu dilakukan guna memastikan ketersediaan set top box jelang migrasi dari TV analog ke TV digital atau ASO tahap kedua.

Dalam acara yang sama, Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Marullah Matali menyampaikan bahwa ada sekitar 50 ribu warga Jakarta yang terdaftar akan mendapatkan set top box gratis. Namun, jumlahnya 40% dari total 123.888 rumah tangga yang masuk kategori untuk mendapatkannya.

“Jadi ini kurang dari separuhnya kira-kira menurut data,” kata Marullah.

Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), sebanyak 10% dari 1.290.519 rumah tangga yang telah diverifikasi dan ditetapkan sebagai calon penerima set top box gratis.

“Yang memiliki TV analog ada 1,2 juta rumah tangga. Sedangkan yang mempunyai televisi sementara 10% kira-kira angkanya 123.888 rumah tangga,” ujar Marullah.

Reporter: Lenny Septiani
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait