Perbandingan Dunia Virtual Metaverse Milik Grup Salim dan Telkom

Grup Salim dan Telkom membuat dunia virtual atau metaverse. Apa perbedaan layanan konglomerat dan BUMN ini? Apakah membutuhkan headset VR?
Desy Setyowati
14 September 2022, 11:55
metaNesia, grup salim, metaverse, Telkom
metaNesia
metaNesia milik Telkom

Grup Salim membuat perusahaan patungan (joint venture) di bidang metaverse dengan WIR Group. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Telkom juga merambah sektor dunia virtual pada Juli.

Perusahaan patungan Grup Salim dan WIR Group bernama Metaverse Indonesia Makmur. Pembentukan dilakukan oleh WIR Asia melalui Mata Nilai Republik dan Grup Salim lewat Surya Semesta Karya Persada pada akhir pekan lalu (7/9).

“Tujuan transaksi adalah mendorong kemajuan platform metaverse di Indonesia," kata Corporate Secretary WIR Asia Ira Yuanita dalam keterbukaan informasi di BEI, Minggu (11/9).

Metaverse Indonesia Makmur memiliki modal ditempatkan dan disetor penuh Rp 10 miliar. Mata Nilai Republik berkontribusi Rp 5,1 miliar atau 51% dan Surya Semesta Karya Persada Rp 4,9 miliar atau 49%.

Advertisement

Namun, dokumen keterbukaan informasi tersebut tidak memerinci layanan yang akan disediakan oleh Metaverse Indonesia Makmur, termasuk perangkatnya. Sedangkan induk Facebook yakni Meta dan Apple mengembangkan headset virtual reality (VR) untuk masuk ke bisnis dunia virtual.

WIR Group sudah lama mengembangkan teknologi metaverse seperti Augmented Reality (AR), VR, dan kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) di Asia Tenggara. Perusahaan ini pun memperkenalkan prototipe ekosistem metaverse Nusameta dalam ajang WIR Group Presents NXC International Summit 2022 di Bali, akhir bulan lalu (31/8).

Nusameta akan disediakan untuk pengguna pada 2023. Pada fase awal, Nusameta menawarkan fitur pembuatan avatar yang berfungsi sebagai representasi digital pengguna di dunia virtual.

Pengguna akan dapat membuat avatar melalui aplikasi Nusameta yang bakal tersedia di Google Play Store. Selain itu, bisa dibuat di mesin DAV atau layar pintar berbasis internet of things (IoT) di ribuan gerai Alfamart.

Sedangkan Telkom meluncurkan lini bisnis metaverse bernama metaNesia pada Juli (31/7). metaNesia dikembangkan melalui payung Leap-Telkom Digital.

Nama metaNesia ini diambil dari akronim dari metaverse Indonesia. Pengguna dapat membuat avatar melalui metaNesia.

Di dalam metaNesia terdapat mal yang berisi toko, pusat layanan, dan hiburan. Ekosistem metaverse ini juga dapat menggelar konser.

Telkom berencana meluncurkan layanan lain di metaNesia pada akhir tahun ini, di antaranya:

  1. NFT Marketplace
  2. Metaverse Private Space
  3. Metaverse Expo
  4. Metaverse Meeting
  5. Metaverse Yoga
  6. Metaverse Esports Stage
  7. Future Expansion

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait