Bukalapak Punya Saham Allo Bank untuk Perluas Akses Kredit ke Desa

Bukalapak menjelaskan, investasi ke Allo Bank bertujuan melengkapi layanan keuangan seperti bank digital dan pinjaman. E-commerce ini berfokus menyasar UMKM.
Image title
5 Januari 2022, 07:27
bukalapak, allo bank, bank digital, e-commerce
ANTARA FOTO/M N Kanwa
Bukalapak bekerja sama dengan Lion Parcel

PT Bukalapak.com Tbk menjelaskan, investasi kepada PT Allo Bank Indonesia Tbk bertujuan melengkapi layanan keuangan perseroan seperti bank digital, pinjaman, dan remitansi domestik.

Emiten e-commerce berkode BUKA itu membeli 2.49 miliar saham Allo Bank melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue  Rp 1,19 triliun. Harganya Rp 478 per saham. 

"Perseroan bermaksud mengambil langkah-langkah untuk mendorong pertumbuhan Allo Bank dengan menyediakan akses ke basis pelanggan dan pedagang perusahaan yang besar dan berkembang," kata Corporate Secretary BUKA Perdana A Saputro dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/1). 

Investasi itu akan meningkatkan pemilikan BUKA di Allo Bank menjadi 11,49%. Ini dengan asumsi seluruh pemilik HMETD mengambil haknya.

Advertisement

Jumlah saham baru yang diterbitkan Allo Bank yakni 10,04 miliar saham atau 86% dari modal perusahaan saat ini.

Saham anyar Allo Bank akan secara resmi tercatat pada 13 Januari. Bukalapak pun bakal memiliki saham Allo Bank pada 17 - 21 Januari.

Perdana menyampaikan, investasi itu dapat mengoptimalkan konektivitas perseroan dengan vertikal-vertikal baru di pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, BUKA berharap dapat mengembangkan penawaran dan menyediakan akses kredit kepada pelaku usaha dan mitra perseroan di area perdesaan. 

Strategi yang akan digunakan yaitu menggabungkan kapabilitas teknologi dengan touchpoint offline. Ini sejalan dengan salah satu tujuan right issue Allo Bank, yakni mengembangkan penyaluran kredit dengan inovasi teknologi atau perbankan digital.

Berdasarkan data Stockbit, saham BUKA susut 55,33% sepanjang 2021 ke level Rp 430 per lembar. Bukalapak melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada 6 Agustus 2021 dan ditutup di tiitk Rp1.060 per lembar pada hari pertamanya. 

Secara tahun berjalan, saham BUKA naik 70 poin atau menguat 16,28% ke level Rp 500 per lembar. 

Komposisi pemegang saham Allo Bank terdiri dari PT Mega Corpora 90%, Komisaris Allo Bank Ali Gunawan 0,04%, dan sisanya masyarakat 9,96%.

Mega Corpora selaku pemegang saham utama menyatakan hanya akan mengambil sebagian saham baru yang menjadi haknya, atau 30% dari total yakni 2,71 miliar lembar anyar senilai Rp 1,3 triliun. Nantinya, kepemilikan Mega Corpora menjadi 60,87%.

Perusahaan itu akan mengalihkan sebagian saham baru yang menjadi haknya kepada PT Bukalapak.com, entitas Grup Salim yakni PT Indolife Investama Perkasa, Abadi Investments Pte. Ltd, H Holdings Inc, Trusty Cars Pte Ltd, dan PT CT Corpora.

Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya, maka kepemilikannya akan terdilusi maksimal 46,24%.

Allo Bank akan menggunakan dana hasil penerbitan saham baru untuk memperkuat struktur permodalan demi meningkatkan modal inti perusahaan. Dengan demikian, Allo Bank akan menjadi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 pasca right issue.

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait