Shopee Eror di Indonesia, Malaysia hingga Brasil
Aplikasi Shopee mengalami gangguan di Indonesia, Malaysia hingga Brasil. Namun, platform e-commerce ini belum memerinci penyebab eror.
Melalui akun resmi di Twitter, Shopee menyampaikan bahwa beberapa layanan mengalami gangguan. Perusahaan asal Singapura itu memohon maaf atas kejadian ini.
“Shopee mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Namun tidak perlu khawatir, transaksi yang telah dilakukan pelanggan dan mitra akan dapat segera dilakukan kembali,” kata Shopee melalui Twitter, Selasa (22/3).
Sobat Shopee, beberapa layanan Shopee tengah mengalami gangguan. Shopee mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Namun tidak perlu khawatir, transaksi yang telah dilakukan pelanggan dan mitra akan dapat segera dilakukan kembali. pic.twitter.com/8iUiwuNQLc— Shopee Indonesia (@ShopeeID) March 22, 2022
Katadata.co.id pun mengonfirmasi kepada Shopee mengenai penyebab dan penanganan gangguan tersebut. Namun belum ada tanggapan hingga berita ini dirilis.
Di Twitter, cuitan dengan kata kunci Shopee mencapai lebih dari 130 ribu.
Berdasarkan situs updownradar, keluhan terkait platform Shopee terjadi sejak sekitar Pukul 11 WIB.
Selain di Indonesia, Shopee di Malaysia, Thailand, dan Filipina menyampaikan hal serupa. “Keluhan juga terjadi di Sao Paulo, Brasil,” demikian dikutip dari updownradar.
Berikut ini tanggapan Shopee di Filipina dan Malaysia:
Uh-oh, we're experiencing some technical difficulties with our Shopee App! Our team is currently working on it and you’ll be able to use Shopee in no time! Don't worry, transactions that have been made will be able to be carried out again soon.
Thanks for your patience! pic.twitter.com/xKVmHrPI05— Shopee Philippines (@ShopeePH) March 22, 2022
Oh no! It seems our servers are currently experiencing some technical issues. Our team is working on it urgently so you may continue your shopping experience soon.
Thank you for your patience! #ShopeeMY pic.twitter.com/FpwfqV8zej— Shopee Malaysia (@ShopeeMY) March 22, 2022
Sepanjang tahun lalu, pesanan kotor Shopee 6,1 miliar atau naik 116,5%. Nilai transaksi bruto atau GMV meningkat 76,8% menjadi US$ 62,5 miliar atau Rp 900,8 triliun.
Shopee memperkirakan bisa meraup pendapatan US$ 8,9 miliar – US$ 9,1 miliar (Rp 128,3 triliun – Rp 131,1 triliun) tahun ini. Pada 2021, e-commerce ini meraih US$ 5,1 miliar.
“Peningkatannya 75,7% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan 2021,” kata perusahaan dalam keterangan resmi, tiga pekan lalu (1/3). Ini artinya, pertumbuhan pendapatan Shopee melambat dibandingkan 2021 136,4%.
