Tarif Jasa Review Produk Palsu dan Cara Mengenalinya

Lenny Septiani
21 Desember 2023, 14:19
Shopee, tiktok x tokopedia, jasa review produk,
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz
Warga melihat etalase barang pada situs belanja daring di Jakarta

Ulasan atau review produk menjadi salah satu faktor yang ditinjau oleh konsumen sebelum membeli barang di e-commerce seperti Shopee, TikTok x Tokopedia hingga Lazada. Hal ini membuka peluang usaha baru, yakni jasa review produk.

"Sebanyak 75% konsumen Indonesia percaya bahwa ulasan pelanggan sangat penting dalam memengaruhi keputusan pembelian mereka,” kata Senior Business Development Statista Mohamad Ilhami dalam acara webinar Navigating E-Commerce in 2024 Through Consumer and Market Insights, Selasa (19/12).

Review produk yang positif juga menjadi salah satu syarat untuk menaikkan level penjual di e-commerce seperti Shopee, TikTok x Tokopedia hingga Lazada. Walaupun faktor yang paling signifikan yakni nilai penjualan.

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, banyak yang menawarkan jasa review produk melalui e-commerce maupun situs website tersendiri.

“Saya menawarkan jasa review positif dan rating bintang 5 untuk keperluan bisnis Anda seperti review marketplace Shoppe, Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Aplikasi Play Store, Google Bisnis atau yang lainnya sesuai kebutuhan,” demikian deskripsi salah satu penawaran jasa review produk di situs website Fastwork.

Cara kerja jasa review produk palsu:

  • Komunikasi dengan penyedia jasa review produk melalui fitur perpesanan
  • Diskusi mengenai jasa review produk 
  • Berikan link atau tautan produk dan bahan pendukung misalnya teks, foto, dan video
  • Melakukan pembayaran 
  • Proses pengerjaan review produk
  • Penyedia jasa review produk akan memberikan bukti pengerjaan

Harga jasa review produk beragam, mulai dari Rp 25 ribu untuk lima produk, Rp 45 ribu untuk 10 produk, dan Rp 66 ribu untuk 15 produk.

Organisasi PIRG Education Fund mengatakan review produk palsu dapat merugikan konsumen.

“Ulasan positif palsu atau dibuat-buat, yang dapat digunakan untuk mengelabui konsumen agar membeli suatu produk,” kata PIRG dalam laman resmi, dikutip Kamis (21/12).

Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) mengusulkan aturan baru untuk melindungi konsumen dan pesaing bisnis yang mengunggah atau mengizinkan ulasan palsu. 

FTC pada Oktober 2021, mengancam akan mengenakan denda hingga US$ 43.793 per pelanggaran jika menggunakan review produk palsu.

Cara Identifikasi Review Produk Palsu

Dikutip dari laman resmi Blibli, ada beberapa cara mengidentifikasi review produk palsu di internet, di antaranya:

1. Ulasan tanpa komentar

Baca juga ulasan yang terdapat pada komentar guna mengetahui dengan jelas alasan orang tersebut memberikan rating atau bintang.

2. Bahasa berlebihan

Ulasan positif yang berlebihan patut dicurigai. Selain itu, review palsu jarang menjelaskan produk secara rinci, terutama mengenai produk jasa.

3. Jam dan tanggal ulasan

Di setiap ulasan tertera jam dan tanggal review produk diunggah. Apabila jam dan tanggal antar-ulasan diunggah bersamaan, maka kemungkinan besar review produk ini palsu.

4. Periksa histori akun yang memberikan review produk

Jika akun tersebut membuat banyak review produk di beberapa toko dalam waktu bersamaan, bisa dicurigai sebagai akun jasa review produk.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Lenny Septiani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...