Asosiasi E-Commerce Dorong Aturan Biaya Admin Marketplace yang Realistis
Isu kenaikan biaya administrasi di platform loka pasar atau marketplace kembali menjadi sorotan oleh para pelaku usaha. Bahkan sejumlah brand atau merek mulai memilih untuk menjual produknya melalui situs web mereka sendiri.
Menanggapi hal ini, Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) mendorong agar pengaturan terkait biaya admin dapat realistis agar sejalan dengan kondisi industri di lapangan. Sekretaris Jenderal idEA Budi Primawan mengatakan, saat ini asosiasi masih terus berkomunikasi dengan pemerintah, termasuk Kementerian Perdagangan dan Kementerian UMKM terkait dengan kebijakan biaya admin untuk pedagang di platform e-commerce.
“Ini untuk memastikan pengaturannya tetap realistis dan bisa dijalankan di lapangan,” kata Budi kepada Katadata.co.id, Selasa (5/5).
Budi mengatakan, pada dasarnya biaya admin yang dipungut kepada pedagang online juga terkait dengan layanan yang diberikan platform. Hal ini seperti pembayaran, logistik, promosi, sampai perlindungan konsumen.
Ke depan, ia menilai hal yang paling penting untuk dijaga adalah keseimbangannya. Menurutnya, ekosistem di industri ekonomi digital tumbuh karena kolaborasi.
“Jadi kebijakan sebaiknya tidak terlalu kaku, tetap memberi ruang bagi pelaku usaha untuk memilih strategi dan pada saat yang sama menjaga agar pertumbuhan ekonomi digital tetap sehat,” ujarnya.
Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI pada 20 Januari, menyatakan Kementerian UMKM bersama Kementerian Perdagangan tengah menyusun revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023.
Permendag Nomor 31 Tahun 2023 mengatur tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik. Revisi itu akan mengakomodasi aturan terkait biaya admin e-commerce.
Dalam revisi tersebut, Temmy menyebut terdapat tiga poin utama yang sedang dibahas, salah satunya mengenai pengaturan biaya platform, termasuk potongan bagi usaha mikro dan kecil dan produk dalam negeri.
Katadata.co.id sudah menanyakan terkait update pembahasan aturan biaya admin di marketplace kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian UMKM. Namun, hingga kini Katadata.co.id belum mendapatkan jawaban.
Memperluas Kanal Penjualan
idEA juga menyoroti soal sejumlah merek yang menggenjot penjualan di situs web sendiri karena biaya admin yang naik di platform perdagangan online. Budi menilai, hal tersebut wajar dilakukan karena memperluas kanal penjualan.
“Sekarang banyak pelaku usaha mainnya sudah omnichannel, jadi bukan pindah dari marketplace, tapi menambah channel,” kata Budi.
Budi mengatakan marketplace tetap penting untuk trafik dan akuisisi. Sementara website sendiri biasanya untuk membangun hubungan langsung dengan konsumen.
True to Skin, Noera Beauty Care, dan Raecca mengumumkan langkah untuk mendorong pembeli bertransaksi di situs website mereka sendiri. Begitu juga seller dengan nama akun Watch Story yang menjual jam tangan dan Iumi yang menjual produk kecantikan.
Salah satu pendiri alias co-founder True to Skin, Cliffton menyampaikan toko menghadapi sejumlah tantangan seperti perekonomian yang dirasa melambat, persaingan merek yang semakin ketat, dan situasi geopolitik yang berdampak ke harga bahan baku dan biaya pengemasan imbas kenaikan harga plastik.
“Harga bahan baku dan packaging naik hampir 30%,” kata Cliffton dikutip dari akun Instagram @truetoskinofficial pekan lalu.
Lalu kini, mereka dihadapkan dengan kenaikan sejumlah biaya di marketplace. “Dan kali ini, kenaikannya cukup signifikan dan sangat memberatkan seller, terutama biaya layanan dan logistik,” kata Cliffton.
Beban biaya itu bahkan belum termasuk biaya marketing dan affiliate. Kenaikan-kenaikan biaya ini membuat beban biaya merek yang menjual produk kecantikan ini membengkak.
“Kalau kami tidak menyesuaikan harga di platform (marketplace), jujur saja, kami akan rugi besar,” ujar dia.
Oleh karena itu, True to Skin mengambil langkah baru dengan meluncurkan situs website resmi sendiri yakni www.truetoskin.com. Brand memberikan harga spesial untuk pembelian di laman ini dan gratis ongkir alias ongkos kirim bagi pelanggan yang sudah mendukung merek, tanpa memerinci lebih lanjut.
Noera Beauty Care juga mengeluhkan kondisi ekonomi global dan dampaknya ke kenaikan biaya bahan baku dan operasional. Di tengah kondisi ini, mereka menghadapi kenaikan biaya admin di marketplace dan biaya baru yakni biaya retur alias pengembalian barang dari konsumen.
Kenaikan biaya dan adanya tambahan biaya itu berdampak terhadap struktur biaya operasional. Oleh karena itu, Noera Beauty Care menaikkan harga produk di marketplace.
“Jangan khawatir, konsumen tetap bisa mendapatkan harga khusus (di luar promo e-commerce) melalui pembelian langsung via WhatsApp di nomor 0878 6707 7316 maupun situs web kami,” demikian dikutip dari akun Instagram Noera Beauty Care.
Begitu juga dengan brand kosmetik Raecca. "Ke depan, akan ada penyesuaian biaya layanan dan pengiriman," kata Raecca melalui akun Instagram, akhir pekan lalu.
"Kami menemukan solusi baru. Konsumen bisa berbelanja dan mendapatkan harga khusus di situs website resmi www.raeccaid.com.”
Sementara itu, toko online cviumi yang berjualan produk kecantikan juga mendorong pembeli untuk bertransaksi lewat situs website resmi dan akun WhatsApp mereka. Melalui laman ini, pembeli akan mendapatkan harga lebih murah ketimbang di marketplace.
