Dapat Investasi Rp 1,3 T, Kredivo Bakal Ekspansi ke Filipina Awal 2020

Cindy Mutia Annur
4 Desember 2019, 18:39
peroleh pendanaan US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,27 triliun, kredivo ekspansi ke filipina tahun depan
Instagram/Kredivo
Ilustrasi Kredivo.

Induk Kredivo, FinAccel, baru saja memperoleh tambahan modal US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun dalam putaran pendanaan  seri C. Perusahaan teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) ini pun berencana ekspansi ke Filipina pada Semester I 2020.

CEO FinAccel Akshay Garg mengatakan, tambahan modal itu akan digunakan untuk meningkatkan penyaluran pinjaman di Indonesia. Selain itu, perusahaan ingin mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan menciptakan produk baru.

Fintech pembiayaan ini pun ingin memperluas pasar. “Pasarnya sangat mirip dengan Indonesia, sehingga kami pikir negara itu tepat untuk ekspansi," kata Akhsay saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/12).

Populasi di Filipina sekitar 70 juta jiwa, yang sebagian besar belum mendapatkan akses ke layanan keuangan. Karena itu, menurut dia pasar negara tersebut potensial.

(Baca: Kredivo Bersiap Luncurkan Pinjaman Pendidikan, Kesehatan, dan Syariah)

Riset Google, Temasek dan Bain pun menunjukkan, ada sekitar 100 juta penduduk Asia Tenggara yang belum memiliki rekening bank (unbanked). Mayoritas dari mereka berada di Indonesia, lalu Filipina.

Saat ini, Kredivo masih pada tahap pengembangan operasi sistem untuk layanan dan kepatuhan terhadap regulasi setempat (regulatory complience). "Prosesnya sangat rumit. Bakal memakan waktu untuk melakukannya di Kuartal I atau II (2020). Tetapi kami harap bisa (terwujud) pada Semester I tahun depan,” kata dia.

Kredivo juga bakal menggaet beberapa mitra untuk ekspansi ke Filipina. Salah satunya, Kredivo bakal menggaet bank lokal setempat. Namun ia enggan merinci nama mitra tersebut. 

Akhsay hanya menjelaskan bahwa model bisnis Kredivo di Filipina bakal mirip dengan di Indonesia. Hanya dari sisi besaran bunga yang berbeda. "Karena tingkat bunga bisa saja berubah antarnegara,” katanya.

(Baca: Induk Fintech Pinjaman Kredivo Dapat Pendanaan Rp 1,27 Triliun)

Komisaris Kredivo Umang Rustagi mengatakan, nama layanan di Filipina pun akan sama yakni Kredivo. “Karena kami ingin konsumen bisa mengenal dan terus memercayai perusahaan baik di Indonesia, Filipina, maupun pasar lainnya," ujarnya. 

Layanan yang bakal hadir di Filipina di antaranya paylater, cicilan hingga pinjaman bersifat konsumtif. Sebab, menurutnya, kebutuhan masyarakat Indonesia pun hampir sama dengan penduduk di negara tersebut.

Sejak didirikan tiga tahun lalu, Kredivo memiliki lebih dari satu juta pengguna dan menyalurkan hampir 30 juta pinjaman. Nilai transaksinya tumbuh 300% setiap tahun.

Umang menargetkan, perusahaan bisa menggaet 10 juta pengguna dalam beberapa tahun ke depan. "Kami juga ingin melipatgandakan pertumbuhan di Indonesia dan Asia Tenggara," katanya.

Sekadar informasi, putaran pendanaan seri C Kredivo dipimpin oleh Asia Growth Fund, diikuti oleh Square Peg. Asia Growth Fund merupakan perusahaan patungan Mirae Asset dan Naver. Singtel Innov8, Telkomsel Mitra Inovasi (TMI), Cathay Innovation, Kejora-InterVest, Mirae Asset Securities, Reinventure, dan DST Partners juga berpartisipasi dalam pendanaan itu.

(Baca: Gandeng Kredivo, LinkAja Luncurkan Paylater Bulan Ini)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Cindy Mutia Annur

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...