Utang Paylater Orang Indonesia Tembus Rp 30 Triliun

Ringkasan
- Sunan Kudus merupakan salah satu dari Wali Songo yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Jawa, dikenal atas pendekatannya yang lembut dan mengapresiasi budaya lokal dalam dakwahnya, yang memungkinkan konversi agama tanpa konflik.
- Riwayat hidup Sunan Kudus menunjukkan bahwa beliau berasal dari Palestina, membawa pengaruh besar dalam pembangunan Masjid Menara Kudus dan penyebaran Islam di wilayah Kudus, Jawa Tengah, serta dikenal sebagai pemimpin bijaksana dan adil.
- Metode dakwah Sunan Kudus mencakup penggunaan simbol budaya lokal dan toleransi terhadap tradisi setempat, seperti mengadaptasi arsitektur Masjid Kudus dengan pengaruh Hindu-Buddha, serta pendekatan kreatif lainnya seperti cerita dan musik yang mengandung ajaran Islam, dan penggunaan sapi dalam dakwah kepada masyarakat Hindu, menunjukkan kepiawaiannya dalam berdakwah tanpa menyinggung kepercayaan lain.

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mencatat, piutang buy now pay later alias BNPL di perusahaan pembiayaan dan perbankan mencapai Rp 30,36 trilun per November 2024. Utang paylater orang Indonesia melonjak 48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 20,5 triliun.
“Pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan meningkat 63,89% year on year atau menjadi Rp 8,59 triliun,” ujar Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK di OJK, Agusman, dalam Konferensi Pers RDKB OJK yang diadakan daring, Selasa (7/1).
Penyaluran pembiayaan paylatter di perusahaan pembiayaan juga mendorong kenaikan tingkat keterlambatan pembayaran atau nonperforming financing. NPF gross naik dari 2,76% pada Oktober 2024 menjadi 2,92% pada November 2024.
Adapun mayoritas pembiayaan paylater saat ini disalurkan oleh perbankan mencapai Rp 21,77 triliun, naik 42% dibandingkan November 2024. Sedangkan jumlah pengguna paylater di bank naik dari 23,27 juta rekening menjadi 24,51 juta rekening.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae optimistis bank akan ekspansi kredit konsumsi melalui paylater. "Ini tentu saya kira menunjukkan concern perbankan kita terhadap kebutuhan masyarakat secara umum. Masyarakat yang membutuhkan dalam level yang sebetulnya bisa dikatakan kreditnya adalah kredit kecil," katanya dalam kesempatan sama.