Identitas Para Pencipta Bitcoin Terungkap dalam Dokumen Pelaku Pedofilia Epstein
Jeffrey Epstein, pelaku pedofilia yang telah dihukum di Amerika Serikat, mengklaim telah berbicara dengan orang-orang yang sebenarnya berada di balik kehadiran Bitcoin. Nama Bill Gates dan petinggi Microsoft lainnya masuk dalam berkas ini.
Hal itu diungkapkan dalam berkas Departemen Kehakiman atau DOJ yang berisi tiga juta dokumen. Dalam berkas itu, terdapat informasi mengenai email dari Epstein tertanggal 13 Oktober 2016.
Epstein mengirimkan email itu kepada dua kontak di Gmail yakni Raafat Alsabbagh dan Aziza Alahmadi. Isi pesan ini membahas penggunaan teknologi Bitcoin untuk membangun mata uang digital yang sesuai dengan syariah untuk Timur Tengah.
Kedua orang itu disebut sebagai 'pemodal' yang menawarkan seluruh sistem mata uang fiat Timur Tengah; satu berbasis agama, satu lagi digital.
Email tersebut menjabarkan rencananya untuk membangun mata uang berbasis Syariah, dengan Epstein menginginkan satu versi berupa fisik, dicap dengan tulisan 'In God We Trust', dan versi lainnya berupa digital, yang terhubung ke jaringan Bitcoin.
Ia menulis: “Saya telah berbicara dengan beberapa pendiri Bitcoin yang sangat antusias.” Epstein mengakhiri email itu dengan mengatakan bahwa dia sedang menunggu tanggapan dari pihak Arab Saudi berupa tanggal peluncuran.
Pesan tersebut menyertakan pemberitahuan kerahasiaan di bagian bawah, yang memperingatkan bahwa pesan itu berisi informasi rahasia dan tidak boleh dibagikan. Sekarang pesan itu telah dipublikasikan, tersimpan di arsip Departemen Kehakiman dan dapat dibaca oleh siapa saja.
Namun klaim itu tetap tidak terverifikasi, karena pencipta Bitcoin yang menggunakan nama samaran, Satoshi Nakamoto, belum pernah diidentifikasi secara publik.
Meski demikian, email-email ini semakin memperkuat teori bahwa ada lebih dari satu Satoshi. Epstein mengatakan 'para pendiri', jamak, bukan satu orang. Hal ini mendukung apa yang telah dicurigai banyak orang di komunitas Bitcoin selama bertahun-tahun: proyek ini bukanlah karya seorang diri.
Jaringan Kripto Epstein Membentang di Bidang Teknologi dan Keuangan
Berkas Departemen Kehakiman menunjukkan Epstein mempertahankan hubungan dengan tokoh-tokoh terkemuka di bidang teknologi dan keuangan yang aktif dalam diskusi awal mata uang kripto.
Dokumen DOJ sebelumnya menunjukkan Epstein menerima materi terkait Bitcoin sejak April 2013, ketika Boris Nikolic meneruskan kepadanya analisis dari Tren Griffin yang membahas sifat-sifat Bitcoin sebagai mekanisme pembayaran.
Email itu juga dikirim kepada pendiri Microsoft Bill Gates, Michael Larson, dan nama-nama besar lainnya di bidang teknologi.
Boris Nikolic adalah seorang dokter, ahli imunologi, dan investor bioteknologi yang dikenal sebagai mantan penasihat utama sains dan teknologi untuk Bill Gates. Ia memimpin berbagai investasi di sektor ilmu hayati dan teknologi informasi melalui Biomatics Capital.
Sedangkan Tren Griffin merupakan petinggi di Microsoft, yang telah bekerja di raksasa teknologi lebih dari 15 tahun.
Email itu menyatakan bahwa Bitcoin telah meledak popularitasnya di sekitar Silicon Valley dan di Seattle, terutama di kalangan venture capitalist atau VC libertarian. Pesan ini juga menyebutkan bahwa para ekonom liberal membenci kripto karena mereka tidak ingin kehilangan kendali atas uang.
"Bitcoin tidak memiliki nilai intrinsik. Mereka tidak menjamin aliran pendapatan di masa depan," tulis Griffin dalam email itu, dikutip dari Cryptopolitan, Minggu (1/2).
Griffin juga menyebut keseluruhan hal itu sebagai kontes kecantikan Keynesian, di mana para spekulator menebak apa yang menurut orang lain berharga, alih-alih menilai nilai sebenarnya. Dia mengatakan dia sendiri tidak akan menyentuhnya, tetapi tahu orang lain bakal berinvestasi di Bitcoin.
Email tertanggal 31 Juli 2014 dari Austin Hill kepada Epstein, yang salinannya dikirimkan kepada Reid Hoffman dan Joichi Ito, membahas kekhawatiran tentang peluncuran Stellar dan hubungannya dengan Ripple.
Austin Hill adalah pengusaha dan investor. Pada 1997, Austin ikut mendirikan Zero–Knowledge Systems, yang kemudian menjadi perusahaan riset terbesar dan paling banyak didanai yang berfokus pada teknologi cypherpunk untuk privasi, anonimitas, dan uang elektronik.
Sedangkan Reid Hoffman adalah pengusaha internet, investor modal ventura, dan penulis Amerika yang paling dikenal sebagai salah satu pendiri LinkedIn. Lalu, Joichi 'Joi' Ito dikenal sebagai mantan Direktur MIT Media Lab dan sempat menjabat sebagai Presiden Chiba Institute of Technology.
Email dari Austin Hill berlabel 'Stellar tidak begitu Stellar'. Pesan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa investor yang mendukung Ripple dan Stellar secara bersamaan menciptakan konflik dalam ekosistem itu
Surat tersebut dikirimkan salinannya kepada Hoffman.
Informasi itu juga mencakup pendapat dari si kembar Winklevoss, ekonom Steve Hanke, dan Kurt Eichenwald. Mereka mengatakan berbagai hal, mulai dari Bitcoin sebagai gelembung hingga sebagai uang berbasis matematika yang menghilangkan kesalahan manusia. Semua informasi itu dikirimkan kepada Epstein oleh jaringannya, menunjukkan betapa dalamnya keterlibatannya di dunia kripto sejak awal.
Seorang pengguna di X berkata, “Saya sudah memberi tahu kalian semua pada 31 Desember 2022 bahwa Gary Gensler diarahkan melalui Epstein dan Mossad untuk menyerang Ripple dan XRP. Sementara itu, yayasan Bitcoin didukung oleh Epstein."
Pengguna X itu juga menyebut nama Jamie Dimon, bankir dan pengusaha miliarder Amerika Serikat yang menjabat sebagai Ketua dan CEO JPMorgan Chase. JPMorgan Chase lewat Jamie Dimon disebut berperan memposisikan $BTC.
"Sekaranglah saat yang tepat bagi kalian untuk mengakui betapa salahnya kalian," kata pengguna X.
Para peneliti terus memeriksa berkas-berkas itu untuk mencari referensi tambahan tentang kripto dan Bitcoin.


