OJK: Pendanaan Asing ke Pindar Naik 18%, Industri Makin Sehat

Rahayu Subekti
8 Mei 2026, 16:01
OJK, pindar, pendanaan, lender asing
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman menyebut outstanding pendanaan industri pindar yang berasal dari lender asing pada Maret 2026 mencapai Rp 14,06 triliun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pendanaan dari lender luar negeri ke industri pinjaman daring alias pindar terus menunjukkan tren positif. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mencatat outstanding pendanaan industri pindar yang berasal dari lender asing pada Maret 2026 mencapai Rp 14,06 triliun atau tumbuh 18,28% secara tahunan.

“Peningkatan tersebut menunjukkan kepercayaan lender luar negeri terhadap industri pindar masih terjaga,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PMVL) OJK Agusman dalam jawaban tertulis RDKB OJK Mei 2026, dikutip Jumat (8/5).

Agusman menyebut pertumbuhan industri, perbaikan tata kelola, hingga penguatan manajemen risiko menjadi faktor yang mendorong tetap masuknya pendanaan asing ke sektor tersebut.

Selain pertumbuhan pendanaan, industri pindar juga mencatatkan kinerja positif dari sisi profitabilitas. Pada Maret 2026, industri ini membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 0,68 triliun.

“Kinerja ini didorong antara lain oleh pertumbuhan outstanding pembiayaan serta kemampuan dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan,” ujarnya.

Meski demikian, regulator mengingatkan industri pindar masih menghadapi sejumlah tantangan. Terutama, terkait mitigasi risiko kredit dan ketahanan terhadap dinamika ekonomi.

OJK Ingatkan Penyelenggara Pindar Perlu Perkuat Kualitas Pendanaan

Agusman menilai penyelenggara pindar perlu terus memperkuat kualitas pendanaan, menjaga transparansi kepada lender, serta meningkatkan tata kelola dan perlindungan konsumen agar pertumbuhan industri tetap berkelanjutan.

Di sisi lain, OJK mencatat saat ini outstanding pembiayaan produktif industri pindar pada Maret 2026 tumbuh 23,40% secara tahunan menjadi Rp 34,66 triliun. “Tren pertumbuhan ini menunjukkan pengembangan pembiayaan produktif terus berjalan meskipun porsi outstanding pembiayaan produktif terhadap total outstanding pembiayaan industri pindar masih dalam proses peningkatan,” ujar Agusman.

Ke depan, Agusman mengatakan optimalisasi porsi pembiayaan produktif terus didorong. Hal ini dilakukan melalui penguatan kapasitas penyaluran dan peningkatan kualitas analisis kredit.

“Dengan begitu porsi pembiayaan produktif dapat meningkat secara bertahap dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan pelindungan konsumen,” katanya.

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...