Bitcoin Tembus Lagi US$ 77.000, Ini Empat Bahan Bakar Reli Kripto
Harga aset kripto, terutama Bitcoin, kembali bergerak kencang. Pantauan CoinMarketCap pada Senin (24/8) pagi, menunjukkan sebagian besar aset kripto utama mencatat kenaikan di sepekan terakhir.
Indeks CoinMarketCap naik 24,40% dalam tujuh hari. Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar naik 22,60% menjadi sekitar US$ 77.507 atau Rp 1,37 miliar (kurs Rp 17.705 per dolar AS).
Sementara itu, Ethereum (ETH) melesat 29,38% menjadi US$ 2.449 atau Rp 43,38 juta. Lalu XRP bahkan mencatat kenaikan 48,79% menjadi US$ 1,48 atau Rp 26.202. Reli ini menunjukkan kenaikan tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi telah menyebar ke pasar kripto secara lebih luas.
Lalu apa yang menjadi pemicu kenaikan Bitcoin cs tersebut?
Departemen Keuangan AS Jadi Pemantik Reli
Salah satu katalis utama datang dari Amerika Serikat. Departemen Keuangan AS atau US Treasury pada 19 Agustus 2026 mengumumkan akan meningkatkan ukuran operasi pembelian kembali atau buyback obligasi pemerintah AS tenor panjang.
Mengutip Yahoo Finance, Jumat (21/8) nilai maksimum buyback yang diinvestasikan dari US$ 2 miliar atau Rp 35,41 triliun menjadi US$ 4 miliar atau Rp 70,82 triliun per operasi. Langkah tersebut kemudian dibaca oleh pelaku pasar sebagai sinyal yang berpotensi meningkatkan likuiditas di pasar keuangan.
Analis Bernstein, Gautam Chhugani mengatakan pemicu kuat reli Bitcoin berasal dari langkah Treasury membeli kembali obligasi pada tenor panjang. Bitcoin secara historis cenderung mendapatkan sentimen positif ketika kondisi likuiditas membaik.
Langkah Treasury tersebut juga mendorong penurunan imbal hasil atau imbal hasil obligasi jangka panjang AS dan menambah dolar. Kondisi itu membuat aset seperti Bitcoin dan emas menjadi lebih menarik bagi sebagian investor.
“Sikap apatis pasar terhadap bitcoin dan kripto tahun ini merupakan kombinasi dari kondisi pasar yang lebih ketat pasca-konflik Iran, meningkatnya risiko inflasi, serta tren perdagangan sektor AI atau semikonduktor yang sangat kuat yang menyedot seluruh likuiditas,” kata Chhugani.
Pengumuman Treasury tersebut membuat imbal hasil obligasi tenor panjang turun hingga 10 basis poin dan dolar AS melemah. Bitcoin, emas, dan saham AS ikut menguat.
Mengutip situs platform investasi online, Ajaib Sekuritas, pengumuman Treasury tersebut membuat imbal hasil obligasi tenor panjang turun hingga 10 basis poin dan dolar AS melemah. Bitcoin, emas, dan saham AS ikut menguat.
Namun, pembelian kembali Treasury bukan berarti pemerintah AS secara langsung memasukkan dana ke pasar kripto. Pasar menilai kebijakan tersebut positif bagi kondisi likuiditas dan risk appetite .
Investor Institusi Masuk Lagi ke Kripto
Katalis berikutnya datang dari pasar ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Arus dana masuk ke ETF Bitcoin spot kembali menguat setelah permintaan sebelumnya terhadap produk tersebut cenderung melemah.
Pada 19 Agustus 2016, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sekitar US$ 517 juta atau Rp 9,16 triliun. Ini menjadi salah satu arus masuk harian terbesar sejak Mei.
Dalam sepekan hingga Jumat (21/8), ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sekitar US$ 1,61 miliar atau Rp 28,5 triliun. Arus dana tersebut menjadi sinyal bahwa investor institusi kembali meningkatkan eksposur terhadap Bitcoin.
ETF Ethereum spot juga mengalami peningkatan arus dana. Kondisi ini membantu menjelaskan mengapa kenaikan tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga menjalar ke Ethereum dan sejumlah altcoin.
Trump Dorong Regulasi Kripto
Bahan bakar ketiga berasal dari perkembangan regulasi aset kripto di Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump pada 19 Agustus bertemu dengan sejumlah pelaku industri kripto dan regulator di Gedung Putih.
Dalam pertemuan tersebut, Trump mendorong Kongres untuk meloloskan versi yang dinilai adil dari CLARITY Act. Rancangan undang-undang tersebut akan memberikan kerangka hukum yang lebih jelas bagi industri aset digital.
Perkembangan ini membuat investor melihat prospek regulasi aset digital di AS menjadi lebih ramah terhadap industri kripto.
Ekspektasi tersebut menjadi tambahan sentimen positif bagi pasar kripto yang sebelumnya sudah mendapatkan dorongan dari faktor makroekonomi dan arus dana ETF.
Short Squeeze Percepat Reli
Peningkatan Bitcoin juga diperkuat oleh mekanisme di pasar derivatif. Sebelum kejadian tersebut terjadi, cukup banyak pelaku pasar yang mengambil posisi short atau bertaruh harga Bitcoin akan turun.
Ketika harga justru bergerak naik dengan cepat, posisi tersebut mulai mengalami kerugian dan akhirnya terpaksa dilikuidasi. Likuidasi posisi pendek kemudian menciptakan tekanan beli tambahan. Kondisi ini dikenal sebagai pemerasan pendek.
Data yang dikutip Investors' Business Daily menunjukkan lebih dari US$ 4,3 miliar atau Rp 76,13 triliun posisi short di pasar kripto telah dilikuidasi sejak Rabu.
Mekanisme tersebut membuat kenaikan harga menjadi semakin cepat. Investor yang sebelumnya bertaruh harga turun terpaksa membeli kembali aset untuk menutup posisi, sehingga justru ikut mendorong harga lebih tinggi.
Apakah Reli Bitcoin Akan Berlanjut?
Meski kenaikan dalam sepekan terakhir sangat tajam, kepercayaan Bitcoin cs belum otomatis berarti pasar telah memasuki fase bull market yang berkelanjutan.
Salah satu yang perlu diperhatikan adalah apakah arus dana ETF akan terus bertahan setelah efek short Squeeze mulai mereda. Sejumlah analis yang menilai keinginan reli akan sangat bergantung pada apakah permintaan riil dari institusi investor tetap kuat serta apakah kondisi likuiditas global terus mendukung aset berisiko.
Beberapa hal yang dapat dipantau:
- Apakah area US$ 70.000 berubah menjadi support
- Apakah volume tetap kuat ketika harga naik
- Apakah ETF Bitcoin terus mencatat arus masuk
- Apakah open interest dan funds rate kembali normal setelah short pemerasan
- Apakah pullback berikutnya masih diserap oleh pembeli
Reli Bitcoin belum cukup untuk memastikan dimulainya bull market. Investor kini akan melihat apakah permintaan institusi tetap kuat, ETF terus mencatat inflow, dan koreksi harga masih mampu diserap pembeli.
