Harga HP dan Laptop Berpotensi Naik karena Kelangkaan Cip Memori
Harga HP atau smartphone, laptop, hingga tablet berpotensi naik seiring melonjaknya biaya cip memori yang dipicu oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Apple salah satu yang mengumumkan rencana kenaikan harga produk.
Cip memori atau RAM merupakan komponen penting bagi berbagai perangkat komputasi, mulai dari ponsel, tablet, hingga laptop. Namun, pasokannya kini semakin terbatas karena tingginya permintaan dari pusat data AI.
Perusahaan teknologi seperti Nvidia, Advanced Micro Devices (AMD), dan Google berlomba mengamankan pasokan RAM untuk mendukung pengembangan teknologi AI mereka. Akibatnya, harga cip memori terus meningkat dan mulai membebani produsen maupun peritel perangkat elektronik.
Dampaknya mulai terlihat. Apple mengumumkan kenaikan harga MacBook dan iPad dengan meneruskan kenaikan biaya cip memori kepada konsumen. Perusahaan juga menyebut kelangkaan memori sebagai tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta mengisyaratkan masih ada potensi kenaikan harga berikutnya.
Analis Senior Gartner, Ranjit Atwal, memperkirakan kondisi itu akan berdampak besar terhadap pasar perangkat elektronik tahun ini. Berdasarkan riset Gartner yang dirilis pada Februari, pengiriman komputer pribadi (PC) secara global diproyeksikan turun 10,4%, sedangkan pengiriman smartphone diperkirakan merosot 8,4%.
Di saat yang sama, harga HP hingga laptop diperkirakan ikut meningkat. Gartner memperkirakan harga PC naik sekitar 17% dibandingkan level 2025, sementara harga smartphone diproyeksikan meningkat 13%.
Menurut Atwal, kenaikan kali ini berbeda dibandingkan lonjakan harga cip memori sebelumnya.
"Yang berbeda kali ini yakni seberapa besar kenaikan harga memori dan berapa lama harga tinggi itu akan bertahan," katanya dikutip dari CNBC Internasional, akhir pekan lalu (26/6).
Ia memperkirakan harga cip memori baru kembali mendekati level normal pada akhir 2027.
Meski kenaikan harga belum sepenuhnya terlihat di toko karena sebagian peritel telah menambah stok pada kuartal pertama tahun ini, Atwal menilai kondisi itu hanya bersifat sementara.
"Pada akhirnya semua akan terdampak. Akan tiba saatnya tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen," ujarnya.
Atwal juga menilai sebagian konsumen kemungkinan tidak langsung menyadari kenaikan harga. Banyak pengguna mengganti laptop setiap empat hingga lima tahun sehingga tidak lagi mengingat harga perangkat lama yang mereka beli. Meski demikian, dampaknya terhadap perilaku konsumen diperkirakan muncul dalam beberapa waktu ke depan.
Salah satu peritel elektronik terbesar di Amerika Serikat, Best Buy, memperkirakan divisi komputer menjadi bisnis yang paling terdampak akibat kenaikan harga cip memori.
CEO baru Best Buy Jason Bonfig mengatakan perusahaan sudah melihat kenaikan harga secara bertahap pada kuartal pertama dan memperkirakan harga jual rata-rata perangkat akan meningkat pada kuartal kedua. Kenaikan harga itu juga diperkirakan memengaruhi volume penjualan karena sensitivitas konsumen terhadap harga.
Meski begitu, hingga saat ini Best Buy belum melihat tanda-tanda konsumen mempercepat pembelian ataupun mengurangi belanja akibat kenaikan biaya cip memori. Perusahaan bahkan mencatat penjualan komputer dengan pertumbuhan positif selama sembilan kuartal berturut-turut.
Analis Loop Capital Anthony Chukumba menilai peritel besar seperti Best Buy akan lebih mampu menghadapi kondisi tersebut dibandingkan peritel kecil, karena memiliki posisi tawar yang lebih kuat terhadap pemasok. Hal itu memungkinkan mereka menahan kenaikan harga lebih lama.
Namun, risiko yang lebih besar tetap membayangi industri. Atwal memperingatkan mahalnya cip memori dapat membuat konsumen menunda penggantian smartphone maupun laptop. Jika tren itu berlanjut, siklus pembaruan perangkat akan semakin panjang dan produsen akan lebih sulit mendorong penjualan perangkat AI premium yang membutuhkan kapasitas memori lebih besar.
Kekhawatiran tersebut juga disampaikan sejumlah organisasi ritel di Amerika Serikat, termasuk National Retail Federation (NRF). Dalam surat kepada Departemen Keuangan dan Departemen Perdagangan AS, mereka meminta pemerintah meninjau ketidakseimbangan pasokan cip memori yang dinilai berpotensi memicu kenaikan harga signifikan bagi konsumen dalam jangka pendek.
Wakil Presiden Supply Chain and Customs Policy NRF Jon Gold mengatakan dampaknya bukan hanya kenaikan harga, tetapi juga potensi kelangkaan produk elektronik apabila pasokan cip memori tetap terbatas.
Menurutnya, jika konsumen semakin lama menahan penggunaan perangkat lama karena harga HP maupun laptop baru semakin mahal, pasar elektronik berisiko mengalami perlambatan yang turut memengaruhi peritel maupun produsen.
