Transaksi Anjlok, CEO Grab Sebut Pandemi Corona Krisis Terbesar

Fahmi Ahmad Burhan
21 April 2020, 10:16
Transaksi Anjlok, CEO Grab Sebut Pandemi Corona Krisis Terbesar
Grab
Dari kiri ke kanan: Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, CEO Grab Anthony Tan, President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata

Pandemi corona membuat permintaan layanan berbagi tumpangan (ride-hailing) seperti Grab dan Gojek anjlok. CEO Grab Anthony Tan mengatakan, pandemi virus corona membawa krisis terbesar sejak perusahaan berdiri.

"Covid-19 merupakan krisis tunggal terbesar yang mempengaruhi Grab dalam delapan tahun keberadaan kami," kata Tan dikutip dari Bloomberg, kemarin (20/4). 

Grab harus memutar otak untuk meminimalkan biaya dan mengelola modal selama pandemi corona. Hal ini karena order layanan  taksi dan ojek online Grab di Asia Tenggara anjlok akibat pembatasan aktivitas warga di luar rumah.

Saat ini, decacorn asal Singapura itu menggaet sembilan juta mitra pengemudi dan agen. Layanannya tersedia di lebih dari 349 kota di delapan negara Asia Tenggara, termasuk Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

(Baca: Grab Klaim Kucurkan Rp 625,6 Miliar Bantu Pengemudi Terdampak Pandemi)

Semua negara di mana Grab beroperasi menerapkan karantina wilayah (lockdown) dan jaga jarak fisik (physical distancing) guna menekan penyebaran virus corona. "Dampak (Covid-19) yang belum pernah terjadi sejak kami beroperasi,” katanya.

Volume transaksi (Gross Merchandise Value/GMV) di beberapa negara pun turun lebih dari 10%. Perusahaan kemudian menyiapkan beberapa program untuk mendukung mitra pengemudi dan penjual yang terdampak.

Grab mengaku telah mengeluarkan hampir US$ 40 juta atau sekitar Rp 625,6 miliar untuk meminimalkan dampak pandemi Covid-19. "Mereka (mitra) dapat berfokus pada pemulihan daripada khawatir tentang mencari makanan," kata Tan kepada reporter CNBC Internasional Nancy Hungerford, pekan lalu (16/4).

Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...