Ditinggal Dua Pendirinya, GoBear Bakal Tutup Bisnis di Indonesia?

Fahmi Ahmad Burhan
21 November 2019, 11:24
gobear, fintech, gobear indonesia tutup
www.gobear.com/id
GoBear dikabarkan akan segera hengkang dari Indonesia setelah dua pendirinya, Ivonne Bojoh dan Marnix Zwart mundur.

Dua pendiri startup layanan agregator produk keuangan GoBear, Ivonne Bojoh dan Marnix Zwart, resmi mengundurkan diri dari perusahaan yang berbasis di Singapura itu. Dengan pengunduran diri keduanya, GoBear dikabarkan akan menutup bisnisnya di Indonesia.

CEO GoBear Adrian Chng membenarkan kabar tersebut. Dia mengatakan bahwa baru-baru ini GoBear telah membuat perubahan manajemen. Ivonne Bojoh yang menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) Marnix Zwart yang menjabat sebagai Chief Commercial Officer (CCO) akan tinggalkan GoBear.

”Ini bukan sesuatu yang tidak biasa terjadi bagi perusahaan yang sedang dalam bertumbuh di pasar yang berubah dengan cepat," kata Adrian seperti dilansir Tech in Asia pada Rabu (20/11).

Chng menyatakan bahwa GoBear akan terus fokus mengejar pertumbuhan bisnis jangka panjang di Asia Pasifik. "Kami secara aktif akan memperluas operasi di seluruh kawasan," ujarnya.

(Baca: GoBear Ramaikan Pasar Agregator Fintech di Indonesia)

Seperti diketahui, GoBear baru berekspansi ke Indonesia secara resmi pada Maret 2019. Di Indonesia, GoBear telah memberikan layanannya pada perbankan. Beberapa mitra GoBear di Indonesia antara lain DBS, Standard Chartered, Simas Insurtech, OCBC NISP, Citibank dan lainnya.

Menurut laporan Tech in Asia, bulan lalu, GoBear sedang dalam proses penyelesaian putaran investasi untuk menyongsong pengembangan bisnisnya selama 18 bulan ke depan.

Sejak diluncurkan di awal 2015, GoBear sudah menawarkan lebih dari 1.800 produk keuangan seperti asuransi kesehatan, kartu kredit, dan pinjaman pribadi. GoBear aktif di pasar Asia, mulai dari Hong Kong, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Sementara Indonesia merupakan pasar terbarunya.

Pada Mei 2019 lalu, GoBear telah memperoleh pendanaan sebesar US$ 80 juta. Pendanaan itu termasuk berasal dari dua perusahaan modal ventura yang berbasis di Belanda, yaitu perusahaan Walvis Participaties dan Aegon. 

(Baca: Startup Agen Laku Pandai Ikut Gali Ceruk Pasar Keuangan)

Katadata.co.id pun mengkonfirmasi kabar ini kepada Country Director GoBear Indonesia Tris Rasika yang langsung membantah rumor tutupnya operasi GoBear di sini. "GoBear tidak menutup bisnisnya di Indonesia," tegasnya melalui pesan singkat.

Dia menegaskan bahwa GoBear sangat berkomitmen untuk menjalankan misi perusahaanya di Indonesia, yaitu meningkatkan kesehatan finansial masyarakat melalui literasi keuangan, yang juga sesuai dengan hasil temuan GoBear Financial Health Index (FHI) yang diluncurkan pada Oktober 2019.

(REVISI: Artikel ini mengalami perubahan pada Kamis, 21 November 2019, pukul 12.36 WIB, pada bagian judul dan paragraf 9)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...