9 Startup Raih Dana Segar dan Bersiap Rekrut Banyak Pekerja

Fahmi Ahmad Burhan
9 Juni 2022, 12:59
startup, phk, lowongan kerja
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Warga mengamati aplikasi-aplikasi startup yang dapat diunduh melalui telepon pintar di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Setidaknya ada tujuh startup di Indonesia yang melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK tahun ini. Namun, ada juga perusahaan rintisan yang meraih pendanaan dan bersiap merekrut lebih banyak pekerja.

Sedangkan tujuh startup yang melakukan PHK tahun ini yaitu TaniHub, Zenius, LinkAja, JD.ID, Pahamify, Mobile Premier League (MPL), dan yang terbaru Lummo.

“Teman saya baru bekerja untuk mereka (Lummo) bulan lalu, dan di-PHK kemarin (6/6),” kata salah satu pengguna Twitter, Selasa (7/6).

Katadata.co.id mengonfirmasi kabar tersebut kepada Lummo. Namun belum ada tanggapan hingga berita ini ditayangkan.

Meski begitu, setidaknya ada 37 startup yang meraih pendanaan tahun ini. Sedangkan jumlah kesepakatan mencapai 38, karena ada yang mendapatkan dana segar dua kali.

Di antara mereka, ada yang bersiap merekrut lebih banyak pekerja. Rinciannya sebagai berikut:

1. Amartha

Startup fintech lending ini menargetkan untuk menambah jumlah tenaga kerja 5.000 orang dalam waktu lima tahun ke depan sejak 2022. Tahun ini, Amartha menargetkan bisa merekrut 1.800 karyawan baru.

Tahun lalu, Amartha mendapatkan pendanaan dari Women’s World Banking Capital Partners II (WWB) dan MDI Ventures.

2. eFishery

Startup perikanan ini memperoleh pendanaan seri C US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun pada Januari. Investasi ini dipimpin oleh Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India.

Investor lain yang berpartisipasi yakni Northstar Group, Go-Ventures, Aqua-Spark, dan Wavemaker Partners.

eFishery akan merekrut 1.000 karyawan baru pada 2022 melalui pendanaan tersebut.

3. IDN Media

Perusahaan media ini meraih pendanaan seri D yang dipimpin oleh Mayapada Group dan KMIF pada Juni 2022. Investor lain yang berpartisipasi yakni East Ventures, OCBC NISP Ventura, Dentsu Group, dan V Media Ventures.

IDN Media memanfaatkan dana tersebut untuk mengembangkan teknologi, memperkuat tim, dan menjalankan berbagai akuisisi.

“Kami akan terus bekerja keras untuk dapat menjadi perusahaan sehat dan bertahan lebih dari 100 tahun, serta membawa dampak positif bagi masyarakat. One step at a time, for a better Indonesia,” kata pendiri sekaligus CEO IDN Media Winston Utomo dalam keterangan pers, Senin (6/6).

4. Binar Academy

Startup pendidikan yang berfokus pada pengembangan talenta digital ini memperoleh pendanaan lanjutan pra Seri A dengan nilai yang tidak dipublikasikan pada Mei. Investasi ini dipimpin perusahaan modal ventura Teja Ventures.

Investor lain yang berpartisipasi yakni iGlobe Partners, dan dana bersama dari YCAB Ventures serta Moonshot Ventures. IWEF juga terlibat dalam pendanaan Binar Academy.

Founder sekaligus CEO Binar Academy Alamanda Shantika mengatakan, dana segar itu akan digunakan untuk pengembangan tim, ekspansi, dan akselerasi pertumbuhan akuisisi pengguna.

5. Grupin

Startup social commerce ini mengumumkan pendanaan US$ 3 juta atau Rp 42 miliar. Investasi ini dipimpin oleh Sequoia India melalui program akselerasi startup di Asia Tenggara dan India bernama Surge pada Februari.

Selain Sequoia, investor lain seperti Skystar Capital dan East Ventures terlibat dalam pendanaan tersebut.

Co-founder Grupin Kevin Sandjaja mengatakan, perusahaan akan memanfaatkan pendanaan baru itu untuk memperkuat tim dan memperluas jaringan kerja sama dengan produsen. "Kerja sama kami tingkatkan baik di dalam maupun di luar Indonesia," ujar Kevin dalam siaran pers, Februari (7/2).

6. Dagangan

Startup social e-commerce Dagangan mengumumkan perolehan pendanaan pra-seri B US$ 6,6 juta atau Rp 95 miliar pada Juni. Investasi ini dipimpin oleh perusahaan modal ventura BTPN Syariah Ventura. Investor lain yang berpartisipasi yakni Monk’s Hill Ventures dan CEO Payfazz Hendra Kwik.

Perusahaan rintisan itu bakal meningkatkan kapabilitas tim pengembangan produk dan teknologi. Dagangan juga akan merekrut 100 orang bertalenta di daerah.

7. Green Rebel

Startup protein alternatif Indonesia itu mengumpulkan pendanaan pra-seri A US$ 7 juta atau sekitar Rp 100,6 miliar pada April. Investasi ini didapat dari sejumlah investor, termasuk Unovis dan Better Bite Ventures.

Investor lain yang berpartisipasi yakni AgFunder, Teja Ventures, Grup CJ, dan pengusaha kelahiran Singapura Kane Lim. 

Perusahaan rintisan itu bakal menggunakan dana segar itu untuk memperluas tim riset dan pengembangan alias R&D.

8. Qoala

Startup asuransi (insurtech) ini meraih pendanaan seri B US$ 65 juta atau sekitar Rp 948 miliar pada Mei. Putaran ini dipimpin oleh perusahaan investasi asal Eropa, Eurazeo.

Investor lain berpartisipasi dalam pendanaan tersebut yakni Flourish Ventures, KB Investment, MassMutual Ventures, MDI Ventures, SeedPlus, dan Sequoia Capital India. Selain itu, BRI Ventures, Daiwa PI Partners, Indogen Capital, Mandiri Capital Indonesia, dan Salt Ventures.

Melalui pendanaan tersebut, Qoala berencana menambah lebih dari 250 karyawan tahun ini dan berinvestasi di bidang teknologi dan produk.

9. Pintu

Startup penyedia platform jual beli dan investasi aset kripto Pintu meraih pendanaan seri B US$ 113 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun. Penggalangan dana ini diperoleh dari Intudo Ventures, Lightspeed, Northstar Group, dan Pantera Capital. Northstar Group merupakan salah satu investor Gojek.

Chief Marketing Officer (CMO) Pintu Timothius Martin menyampaikan, tambahan modal itu akan digunakan oleh Pintu untuk memperluas program Pintu Academy.

“Ini untuk membantu para pedagang memahami peluang dan risiko investasi kripto dan mempromosikan praktik perdagangan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” kata Martin dikutip dari TechCrunch, Selasa (7/6).

Pintu juga bakal merekrut lebih banyak pekerja. Startup ini sebelumnya menggandakan jumlah tim menjadi 200 tahun lalu.

“Kami melihat pasar sekarang lebih matang dibandingkan tahun lalu. Pengguna mulai membuat keputusan investasi berdasarkan kasus penggunaan aset kripto. Misalnya, game adalah hal besar di Indonesia dan ada lebih dari 100 juta gamer di negara ini,” kata dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...