Pakai AI, Startup Penjualan untuk UMKM Looyal Bidik Transaksi Rp 1,5 T

Lenny Septiani
31 Mei 2023, 15:14
Startup, kecerdasan buatan
Looyal
Startup Looyal

Startup pengembang solusi customer relation management (CRM) Looyal menargetkan transaksi US$ 100 juta (Rp 1,5 triliun) dan pendapatan US$ 300 ribu (Rp 4,5 miliar) tahun ini.

Looyal menyediakan modul bagi UMKM. Selain itu, memiliki platform kasir atau point of sales, toko online otomatis, pembayaran digital, dan CRM online.

Startup itu mengadopsi teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) pada layanannya. 

Co-Founder sekaligus CEO Looyal Kevin Susanto Goly mencontohkan modul WhatsApp broadcast otomatis berbasis AI. Ini untuk memudahkan UMKM menjangkau lebih banyak pasar.

"Namun adopsi AI masih tahap satu," kata Kevin dalam acara virtual Media Roundtable Startup Studio Indonesia Batch 6 'Discovering New Opportunities of The SaaS Industry in 2023', Rabu (31/5). "Masih bersifat semi manual atau membutuhkan tenaga manusia untuk mengerjakannya."

Startup Looyal berencana meluncurkan teknologi AI yang lebih canggih, yang dapat membantu merchant membalas pesan pelanggan secara otomatis dan lebih cepat.

“Kami implementasikan itu pada akhir kuartal tiga. Itu bakal langsung otomatis yang membalas AI,” ujarnya.

Startup Looyal memiliki lebih dari 2.000 mitra UMKM di seluruh Indonesia. Kevin mengatakan, perusahaan tidak berfokus memperbanyak mitra.

Looyal justru berfokus mencapai pertumbuhan bisnis berkesinambungan. Caranya, memastikan UMKM mencapai target setelah menggunakan layanan mereka.

Ia mengungkapkan, mitra UMKM yang menggunakan platform super selling Looyal, mengalami kenaikan omset 30% hingga 50% per bulan.

Namun ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh UMKM, di antaranya:

  • 43% usaha kecil tidak mampu bertahan lebih dari enam bulan, pasca-pandemi corona
  • 78% konsumen mengubah kebiasaan belanja menjadi lebih berorientasi online
  • 90% UMKM gagal menembus pasar digital sepenuhnya

Looyal merupakan salah satu startup alumni program intensif Startup Studio Indonesia (SSI) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo. 

Startup Studio Indonesia adalah program akselerator startup guna meningkatkan peluang alumni mendapatkan pendanaan dari investor. Caranya, membantu para peserta menemukan model produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar atau Product-Market Fit (PMF) modelling. 

Kementerian mengatakan, sekitar 30% - 40% peserta Startup Studio Indonesia di setiap batch berhasil mencatatkan pendanaan tahap awal setelah program selesai. Total para alumni meraih investasi US$ 65,8 juta. 

Looyal menjadi salah satu startup yang meraih investasi pre-seed pada Mei.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Lenny Septiani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...