Penyebab Tren Startup Tutup Berlanjut dan Proyeksi 2024

Lenny Septiani
4 Januari 2024, 13:51
startup tutup, zenius, zenius tutup, penyebab startup tutup
Katadata
Diskusi Katadata Forum dengan tema "Transformasi Indonesia Menuju Raksasa Ekonomi Digital" di Jakarta, pada 2018.
Button AI Summarize

Zenius tutup sementara dan menjadi penanda berlanjutnya tren startup tutup di Indonesia. Apa penyebab startup tutup dan bagaimana proyeksi tahun ini?

Startup pendidikan Zenius menyampaikan, perusahaan menghadapi tantangan operasional. Namun Zenius tidak memerinci tantangan yang dimaksud.

“Kami sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang akan ditimbulkan bagi para pengguna,” kata perusahaan yang sudah beroperasi selama 20 tahun ini dalam keterangan pers, Kamis (4/1).

“Kami mengambil langkah strategis untuk menghentikan operasional sementara, tetapi menjamin bahwa kami tidak akan berhenti untuk berusaha menjalankan dan mewujudkan visi untuk merangkai Indonesia yang cerdas, cerah, asik,” Zenius menambahkan.

Zenius menambah daftar startup tutup di Indonesia pada 2022 dan 2023:

2022:

  1. Startup e-grocery Brambang pada Mei 2022
  2. Mobile Premier League per Juni 2022
  3. Startup Beres.id per Juli 2022
  4. Aplikasi Navigasi Transportasi Publik Trafi per Juli 2022
  5. Platform earning aset kripto Blocknom tutup pada Juli 2022
  6. Startup penjualan jasa desain interior dan furniture Fabelio resmi dinyatakan pailit pada awal Oktober 2022
  7. Startup quick commerce Bananas pada Oktober 2022
  8. E-commerce Elevenia tutup Desember 2022

2023:

  1. Startup penyedia ruang kerja bersama alias coworking space CoHive bangkrut per 18 Januari
  2. Startup social commerce atau platform berbelanja di media sosial berbasis keanggotaan RateS menutup semua gudang per 28 Februari
  3. Startup e-commerce JD.ID tutup operasional per 31 Maret
  4. Startup pinjol Danafix tutup operasional per 31 Maret
  5. Startup penyedia voucer Fave per April
  6. Startup e-grocery Tumbasin per 2 Mei
  7. Perusahaan patungan GoTo Gojek Tokopedia dan Unilever yang bergerak di bidang warung digital yakni GoToko per 15 Mei
  8. Startup cloud kitchen DishServe tutup pada awal Mei. Cloud kitchen merupakan penyedia layanan pesan-antar makanan.
  9. Startup penyedia solusi layanan perangkat software-as-a-service (SaaS) yang berfokus mendigitalisasi warung Lummo melakukan PHK karyawan dan menutup bisnis pada Mei
  10. Startup asuransi atau insurtech Futuready per awal Juli
  11. Startup pinjol Jembatan Emas per 30 September
  12. Startup Ula memutuskan untuk keluar dari bisnis distribusi FMCG pada Oktober
  13. Startup properti Rumah.com tutup pada 30 November
  14. Startup OTA Pegipegi per 11 Desember

Penyebab Startup Tutup

Ketua Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia atau Amvesindo Eddi Danusaputro menyampaikan, penyebab startup tutup yakni tech funding winter. Para investor menjadi lebih selektif dalam berinvestasi ke startup.

Selain itu, pendapatan startup menurun akibat kondisi makro ekonomi, lemahnya permintaan konsumen hingga suku bunga acuan tinggi.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Ekonomi Digital dan Ekonom CELIOS Nailul Huda. Investasi ke startup Indonesia anjlok 87% secara tahunan atau year on year (yoy) dari US$ 3,3 miliar menjadi hanya US$ 400 juta atau sekitar Rp 6,3 triliun selama Semester I 2023, menurut data Google, Temasek, dan Bain.

“Minimnya pendanaan menyebabkan startup banyak tertekan,” kata Nailul kepada Katadata.co.id, Rabu (3/11). “Banyak startup melakukan PHK dan yang menghentikan operasional.”

Proyeksi Investasi Startup 2024

Nailul menyampaikan, investor akan mengkaji kebijakan suku bunga acuan di banyak negara, termasuk Indonesia.

“Saya rasa akan sangat tergantung oleh suku bunga acuan bank sentral Amerika The Fed tahun ini. Apakah akan ditahan, turun, atau justru naik lagi,” kata Nailul.

Jika The Fed menurunkan suku bunga, maka akan memberi sedikit ‘angin’ ke startup untuk memperoleh pendanaan. “Jika ditahan atau naik, maka akan semakin banyak startup yang tutup,” Nailul menambahkan.

Halaman:
Reporter: Lenny Septiani

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...