Roblox Hapus Fitur Chat, Komdigi Pastikan Game Lain Wajib Patuhi PP Tunas

Desy Setyowati
30 April 2026, 18:33
roblox, pp tunas, komdigi, game,
Katadata/Desy Setyowati
Global Head of Public Policy Roblox Nicky Jackson (tengah), Menteri Komdigi Meutya Hafid (kanan), Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya (belakang)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Roblox resmi mewajibkan pengguna untuk melakukan verifikasi usia di Indonesia dan menghapus fitur chat untuk anak di bawah 16 tahun. Kementerian Komunikasi dan Digital alias Komdigi mengatakan aturan ini berlaku untuk gim lain.

Langkah Roblox menerapkan verifikasi usia dan menghapus fitur chat untuk anak merupakan bagian dari kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Roblox menjelaskan bahwa fitur chat dihapus untuk Roblox Kids bagi pengguna umur lima hingga 12 tahun. Sedangkan untuk Roblox Select bagi pengguna usia 13 hingga 15 tahun, tidak akan ada chat dengan orang asing atau tidak dikenal.

Menteri Komdigi Meutya Hafid memastikan semua platform yang dimaksud dalam PP Tunas, wajib mematuhi aturan paling lambat 6 Juni. “Betul. Semua platform termasuk gim akan diberlakukan aturan yang sama,” kata dia saat menjawab pertanyaan wartawan tentang apakah fitur chat game lain akan dihapus untuk pengguna anak di bawah 16 tahun, dalam acara konferensi pers di kantornya, di Jakarta, Kamis (30/4).

Seluruh platform akan diminta melakukan penilaian secara mandiri terkait tingkat risiko produk hingga fiturnya, dan disampaikan paling lambat 6 Juni. Merujuk pada PP Tunas, jika fitur chat termasuk berisiko tinggi, maka tidak diperbolehkan untuk anak di bawah 16 tahun.

Penilaian risiko platform digital
Penilaian risiko platform digital (Gemini AI, Katadata/Desy Setyowati)
 

Dengan demikian, platform game tetap harus mematuhi aturan terkait Indonesia Game Rating System (IGRS), yang kini penerapannya ditunda sementara, karena ada proses investigasi dugaan kebocoran data pengembang (developer).

“Pada saat yang sama, platform digital, termasuk gim, tetap harus patuh PP Tunas. Roblox sudah patuh, jika gim yang lain tidak, maka anak-anak akan bermain di game lain, sehingga tidak menyelesaikan masalah,” ujar dia.

Bentuk kepatuhan Roblox terhadap PP Tunas setidaknya ada tiga. Pertama, menghapus fitur chat untuk anak di bawah 16 tahun.

"Termasuk ada kemungkinan pengguna di atas 16 tahun, jika tidak melakukan verifikasi wajah, maka otomatis akan dimatikan fitur chat-nya," kata Meutya. Hal ini karena akun yang tidak melakukan verifikasi usia, otomatis dikategorikan sebagai pengguna anak.

Meutya mengatakan, hasil penilaian mandiri setiap platform akan ditinjau oleh Kementerian Komdigi. Begitu juga dengan fitur chat. Akan tetapi, "ada banyak sekali orang tua, dan juga BNPT yang mengatakan bahwa yang membahayakan bagi anak-anak salah satunya adalah fitur komunikasi dengan orang tak dikenal. Ini terjadi, misalnya rekrutmen dari radikalisasi anak,” Meutya menambahkan.

Kedua, Roblox membedakan gim untuk pengguna di bawah 13 tahun, 13 – 16 tahun, dan di atas 16 tahun. “Jadi, game yang dilihat akan berbeda,” kata dia.

Ketiga, Roblox berupaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gim dengan cara menyediakan fitur pengaturan waktu bermain atau screen time yang dapat dikendalikan oleh orang tua.

“Kami mengapresiasi Roblox yang mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia ini,” ujar Meutya. “Gim lain juga harus patuh, untuk asas akuntabilitas, transparansi, dan keadilan bagi seluruh platform.”

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Desy Setyowati, Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...