Dana Riset Naik, tapi Porsinya Kecil

Image title
Oleh Tim Redaksi
21 Februari 2019, 13:44
Dana Riset Naik, tapi Porsinya Kecil
Katadata

Isu dana penelitian dan pengembangan (R&D) mencuat setelah cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky. Terlepas dari polemik tersebut, Indonesia termasuk negara yang porsi dana R&D rendah terhadap produk domestik bruto (PDB) dibandingkan negara Asia lain. Kendati demikian, antara tahun 2013-2018 anggaran R&D Indonesia tercatat naik hampir 500 persen.

(Baca: Bos Bukalapak Cuit Soal Presiden Baru, #UninstallBukalapak Populer)

Dalam cuitannya (14/2), Achmad Zaky mengatakan, anggaran R&D di Indonesia sangat rendah. Ini membuat Indonesia akan sulit bersaing dengan negara lain, terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Lantas di akhir cuitan, ia berharap agar presiden Indonesia yang baru bisa meningkatkan anggaran tersebut.

(Baca: Presiden Jokowi Minta Hentikan Ajakan #UninstallBukalapak)

(Baca: JK Minta Penggunaan Anggaran Riset Lebih Fokus)

Cuitan tersebut menimbulkan reaksi warganet, karena menilai tidak mengacu pada data terbaru. Ajakan #UninstallBukalapak menggema di media sosial. Untuk meredakan hal ini, Presiden Joko Widodo mengundang Zaky ke Istana Merdeka Jakarta, Sabtu (16/2). Presiden berharap masyarakat bijak dalam menyikapi sebuah isu atau peristiwa apapun yang sedang ramai. “Sebab itu saya ajak hari ini untuk hentikan #UninstallBukalapak,” ujarnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...