Facebook Ungkap Modus Penipuan Mengatasnamakan Instagram

Fahmi Ahmad Burhan
15 Februari 2021, 13:35
Facebook Ungkap Modus Penipuan Mengatasnamakan Instagram
Katadata
Ilustrasi media sosial

Facebook mengimbau pengguna berhati-hati atas maraknya penipuan (phising) mengatasnamakan perusahaan perusahaan dan anak usaha, Instagram. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) ini pun mengungkapkan modus penipu, supaya konsumen bisa mengantisipasi.

Perusahaan mengatakan, penipu mengirim email secara massal. Dengan mengatasnamakan Facebook, pelaku mengatakan bahwa akun pengguna diblokir karena melanggar hak cipta.

Advertisement

Calon korban kemudian diarahkan untuk memulihkan akun dengan cara mengeklik tautan (link). "Bisa jadi (tautan) itu memuat serangan phishing atau penipuan untuk mendapatkan informasi pribadi Anda," kata Facebook dalam siaran pers, Senin (15/2).

Penipu mengelabui pengguna Facebook untuk mendapatkan informasi pribadi, termasuk kata sandi dan data kredensial seperti akun finansial.

Facebook mengatakan, pelaku berusaha membuat email terkesan resmi dari perusahaan dengan menambahkan logo. “Bagi sebagian orang ini sulit untuk mengidentifikasi email asli dan palsu,” katanya.

Oleh karena itu, pengembang platform media sosial tersebut mengimbau pengguna mengecek terlebih dulu keaslian pesan sebelum mengikuti arahan penipu. Caranya, masuk ke bagian pengaturan di aplikasi. Kemudian pilih ‘keamanan dan login’.

Setelah itu, pengguna akan disuguhkan opsi untuk melihat email terbaru dari Facebook. Lalu diklik, maka akan terlihat pesan resmi yang dikirim oleh Facebook dalam dua pekan terakhir.

Sedangkan untuk mengecek keaslian email dari Instagram, yakni masuk ke menu pengaturan di aplikasi. Lalu pilih ‘keamanan’, kemudian klik opsi ‘daftar email dari Instagram’.

“Apabila pesan mengatasnamakan Facebook dan Instagram itu tidak tercatat di aplikasi, maka patut dicurigai,” kata perusahaan.

Perusahaan keamanan siber asal Rusia, Kaspersky juga menjabarkan cara untuk mengenali modus penipuan tersebut. Pertama, penipu biasanya mengubah teks agar menyerupai pesan resmi dari Facebook atau Instagram.

Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement