Kominfo dan YouTube Diminta Blokir Konten LGBT Podcast Deddy Corbuzier

Fahmi Ahmad Burhan
10 Mei 2022, 13:02
Deddy Corbuzier, lgbt, kominfo, youtube, youtuber
YouTube Deddy Corbuzier
Deddy Corbuzier

YouTuber Deddy Corbuzier menghadirkan pasangan lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT) dalam acara podcast miliknya. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis hingga peneliti teknologi informasi dari Indonesia ICT Institute Heru Sutadi meminta agar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan YouTube menghapus konten ini.

Menurut Heru, konten podcast berjudul ‘TUTORIAL JADI G4Y DI INDO!!=PINDAH KE JERMAN (tonton sebelum ngamuk) RAGIL AND FRED -Podcast’ itu mempromosikan LGBT. Hal ini tidak sesuai dengan norma agama dan budaya di Indonesia.

Advertisement

Apalagi Indonesia hanya mengenal perkawinan antara pria dan wanita berdasarkan Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. Konten terkait LGBT juga dinilai tidak sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Dalam UU ITE terdapat pasal yang melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Pelanggar bisa diancam pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

"Secara konten, memang tidak gamblang menunjukkan pelanggaran kesusilaan dan atau pornografi. Tapi kalau bicara asas dan tujuan pemanfaatan teknologi sesuai UU ITE, asas manfaat dan asas iktikad baik tidak dilihat dalam konten tersebut," kata Heru kepada Katadata.co.id, Selasa (10/5).

Alhasil, menurutnya konten tersebut tetap tidak dibenarkan. "Kami menantang Kementerian Kominfo untuk segera take down (menangguhkan) video tersebut," katanya.

Menurutnya, Kominfo bisa segera berkoordinasi dengan pihak Youtube untuk melakukan take down video yang diunggah oleh Deddy Corbuzier tersebut. Sedangkan masyarakat bisa memberikan tanda bendera (flagging) pada video ini agar diblokir oleh Youtube.

Ia mengatakan, Kominfo harus bergerak aktif menyikapi konten mengenai LGBT agar masyarakat tidak kecewa. 

Sebelumnya, masyarakat pernah kecewa karena maraknya pemanfaatan aplikasi Blued. "Saat itu, seolah negara khususnya Kominfo berpihak dan membenarkan perilaku LGBT," ujarnya.

Aplikasi Blued merupakan jejaring sosial khusus penyuka sesama jenis. Aplikasi gratis ini sempat diblokir oleh Kominfo pada 2016, namun muncul kembali.

Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement