Kabel Internet Bawah Laut Merah Putus, Internet Timur Tengah dan Asia Terganggu
Konektivitas internet di sejumlah negara di Asia dan Timur Tengah terganggu akibat kerusakan kabel bawah laut di Laut Merah. Gangguan ini berdampak ke pengguna di India, Pakistan hingga Uni Emirat Arab atau UEA.
Kelompok pemantau internet Netblocks menyebut insiden itu disebabkan oleh sistem kabel bawah laut SMW4 rute South East Asia-Middle East-Western Europe 4, dan IMEWE rute India-Middle East-Western Europe, di dekat Jeddah, Arab Saudi.
Netbocks mengidentifikasi adanya kerusakan pada sistem kabel di dekat Jeddah, Arab Saudi. Namun penyebabnya belum dipastikan.
Pengguna operator Etisalat dan Du di UEA melaporkan kecepatan internet yang melambat. Sementara itu, Pakistan Telecommunications Company mengonfirmasi adanya pemutusan kabel pada Sabtu (6/9), sebagaimana dilansir dari AP News (7/9).
Microsoft pada akhir pekan lalu menyatakan sebagian pengguna layanan komputasi awan Azure mengalami peningkatan latensi alias keterlambatan pengiriman data akibat pemotongan serat bawah laut di Laut Merah.
Raksasa teknologi itu pun mengalihkan lalu lintas melalui rute alternatif, sehingga gangguan tidak meluas. “Kami memproyeksikan latensi yang lebih tinggi di Timur Tengah. Di luar wilayah ini tidak terpengaruh,” kata Microsoft, dikutip dari Reuters (7/9).
Kabel bawah laut merupakan infrastruktur vital yang membawa mayoritas lalu lintas internet global, di samping satelit dan kabel darat.
Proses perbaikannya diperkirakan memakan waktu lama, karena memerlukan kapal khusus untuk menentukan posisi kabel sebelum dilakukan penyambungan kembali, yang bisa berlangsung hingga berminggu-minggu.
