Microsoft Putus Akses Cloud Militer Israel, Terungkap Menyadap Warga Palestina

Kamila Meilina
26 September 2025, 08:18
Microsoft
123RF.com
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Microsoft menghentikan layanan bagi militer Israel setelah menemukan bahwa teknologi komputasi awan Azure digunakan untuk menyimpan data hasil penyadapan massal terhadap warga Palestina.

Vice Chair & President Microsoft, Brad Smith, menyatakan penghentian layanan tersebut dilakukan berdasarkan investigasi surat kabar The Guardian terkait dugaan aktivitas sebuah unit militer Israel.

“Kami tidak menyediakan teknologi untuk memfasilitasi pengawasan massal warga sipil, ” kata Smith, dikutip dari laman resmi Micorosoft, Kamis (25/9). 

Investigasi tersebut menemukan bahwa badan pengawasan militer Israel, Unit 8200, menggunakan layanan Azure milik Microsoft untuk menyimpan rekaman panggilan telepon seluler dalam jumlah besar dari warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza. 

Penyelidikan perusahaan menemukan bukti yang mendukung sebagian laporan tersebut, termasuk konsumsi kapasitas penyimpanan Azure di Belanda dan penggunaan layanan kecerdasan buatan (AI) oleh IMOD.

Meski Microsoft menegaskan tidak pernah mengakses konten pelanggan, perusahaan menilai penggunaan layanan tersebut melanggar ketentuan standar yang melarang pemanfaatan teknologi untuk pengawasan massal terhadap warga sipil.

“Kami telah memberi tahu IMOD tentang keputusan untuk menghentikan dan menonaktifkan sejumlah layanan, termasuk penggunaan penyimpanan cloud dan layanan AI,” ujar Smith.

Tak Pengaruhi Kerja Sama Lain

Microsoft menyatakan keputusan ini tidak memengaruhi kerja sama lain, termasuk upaya perlindungan keamanan siber di Israel maupun negara-negara Timur Tengah. 

Smith juga mengapresiasi laporan investigatif The Guardian yang menjadi dasar penyelidikan internal Microsoft. “Laporannya membantu kami menemukan informasi yang tidak dapat kami akses karena komitmen perlindungan privasi pelanggan,” kata dia.

Ia menegaskan bahwa Microsoft akan terus berpegang pada prinsip privasi sebagai hak fundamental dan menjadikan etika sebagai landasan utama setiap keputusan perusahaan.

Melansir laporan The Guardian, keputusan Microsoft memutus akses teknologi Unit 8200 muncul di tengah tekanan kuat dari karyawan dan investor yang menyoroti peran perusahaan dalam operasi militer Israel di Gaza. 

Dengan kapasitas penyimpanan dan komputasi Azure yang hampir tak terbatas, Unit 8200 membangun sistem yang memungkinkan intelijennya merekam, memutar ulang, dan menganalisis isi panggilan telepon dari seluruh populasi Palestina. Menurut sumber internal, skala proyek ini begitu besar hingga muncul semboyan di Unit 8200: “Sejuta panggilan per jam.”

Israel telah melancarkan agresi ke Palestina pada Oktober 2023. Sejak saat itu, mereka tak henti menggempur warga dan objek sipil. Akibatnya, lebih dari 65.000 warga Palestina tewas, ratusan ribu rumah dan fasilitas sipil hancur hingga jutaan warga terpaksa harus mengungsi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...