Viral AI Lisa Sebut Jokowi Tak Lulus Kuliah, Ini Klarifikasi UGM

Kamila Meilina
8 Desember 2025, 13:24
AI Lisa sebut Jokowi bukan lulusan UGM,
Instagram, Katadata/Desy Setyowati
AI Lisa sebut Jokowi bukan lulusan UGM
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Viral di media sosial platform AI bernama LISA menyebut Joko Widodo atau Jokowi bukan alumni UGM atau Universitas Gadjah Mada, karena tidak lulus kuliah.

Berdasarkan video yang viral di media sosial, pengguna AI LISA bertanya tentang apakah Jokowi merupakan alumni UGM.

“Joko Widodo bukan alumni Universitas Gadjah Mada. Beliau menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada pada Fakultas Kehutanan, tetapi tidak lulus dari sana,” demikian dikutip dari tangkapan layar atau screenshot.

“Sebagai tokoh nasional, beliau memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam sebelum akhirnya terjun ke dunia politik dan menjabat sebagai Presiden Indonesia,” demikian dikutip.

Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana membenarkan AI LISA merupakan hasil karya universitas, hasil kerja sama dengan Botika. LISA adalah singkatan dari Lean Intelligent Service Assistant.

LISA merupakan bagian dari program komprehensif bertajuk UGM University Services yang dikembangkan oleh Biro Transformasi Digital dan Direktorat Kemahasiswaan UGM. AI ini bertujuan untuk memberikan layanan terintegrasi bagi mahasiswa dan masyarakat umum.

“Perlu dipahami, LISA dikembangkan untuk tujuan spesifik dan tidak sama dengan produk AI komersial seperti ChatGPT, Gemini atau lainnya. Basis data pengetahuan LISA terbatas pada data dan informasi internal UGM terkait akademik, kemahasiswaan, administrasi, dan pengembangan diri namun tidak memuat data dan informasi pribadi,” kata Andi dalam siaran pers yang diterima Katadata.co.id, Minggu (7/12).

UGM telah melakukan peluncuran awal atau soft launching LISA untuk mulai dimanfaatkan oleh publik sambil terus dikembangkan dan disempurnakan pengetahuan melalui berbagai proses training.

AI LISA hadir dalam bentuk anjungan digital interaktif yang berlokasi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) yang bisa diakses oleh publik untuk memperoleh informasi terkait UGM.

Kemampuan AI LISA terus ditingkatkan melalui proses ‘belajar’ dengan dua cara. Pertama, asupan data dan informasi internal UGM. Kedua, data dan informasi dari luar UGM, jika data dan informasi internal tidak memadai untuk menjawab permintaan atau pertanyaan.

“Cara kedua dijalankan berdasarkan pertanyaan yang diberikan oleh pengguna dan hasil ‘belajar’ ini tentu dipengaruhi oleh akurasi dan kebenaran informasi yang didapatkannya dari internet,” kata Andi.

Oleh karena itu, Andi juga menyoroti jawaban AI LISA yang kontradiktif, yakni menyebut Jokowi menyelesaikan pendidikan tinggi di UGM Fakultas Kehutanan. Pada jawaban yang sama, menyebut Joko Widodo tidak lulus kuliah.

“Informasi yang disajikan LISA tentang Joko Widodo terlihat tidak konsisten,” ujar Andi. “Inkonsistensi informasi yang disajikan LISA merupakan penegasan bahwa LISA memang tidak dirancang untuk menjawab pertanyaan tentang kelulusan seseorang. Selain itu, mengonfirmasi bahwa LISA memang sedang ‘belajar’ untuk terus meningkatkan kemampuan.”

Dengan memahami kondisi teknis LISA sebagai perangkat berbasis AI, dengan ini UGM menegaskan bahwa informasi tentang status kelulusan Joko Widodo yang disampaikan LISA tidak akurat.

“UGM juga telah menegaskan bahwa Joko Widodo atau Jokowi adalah alumni yang lulus dari UGM seperti yang dinyatakan oleh Rektor UGM,” ujar Andi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...