Daftar Lokasi Diduga Pusat Sindikat Penipuan Online di Kamboja, 1.440 WNI Lolos

Rahayu Subekti
22 Januari 2026, 19:31
wni kamboja, penipuan online,
Kemlu
WNI datangi KBRI Phnom Penh Kamboja pada 20 Januari 2026
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sebanyak 1.440 WNI atau Warga Negara Indonesia mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI Phnom Penh selama 16 – 20 Januari, setelah keluar dari sindikat penipuan online di Kamboja. Berikut lokasi jaringan online scam di Negeri Angkor Wat.

Angka itu menunjukkan peningkatan signifikan, dibandingkan 2025 yang sepanjang tahun sebanyak 5.008 kasus. KBRI Phnom Penh menduga hal ini karena adanya penindakan sindikat penipuan online oleh Pemerintah Kamboja.

Jumlahnya diperkirakan terus bertambah mengingat Phnom Penh tengah menggalakan penindakan terhadap jaringan kejahatan siber.

Katadata.co.id merangkum daftar lokasi yang diduga menjadi pusat sindikat penipuan online di Kamboja:

  • Sihanoukville, Kota Kasino

Amnesty International melacak lokasi dari 15 video dan gambar yang menunjukkan ribuan pekerja melarikan diri dari sindikat penipuan di Kamboja. Hasilnya, orang-orang ini diduga kabur dari Sihanoukville, dikutip dari The Guardian pada Rabu (21/1).

Laporan ini juga disertai dengan foto milik fotografer AFP bernama Tang Chhin. Foto ini diberi keterangan para pekerja membawa barang-barang ke dalam bus saat meninggalkan kompleks sindikat penipuan yang diduga berada di Sihanoukville, Kamboja pada 14 Januari. Ini merupakan kota pusat investasi Cina dengan banyak kasino.  

  • Poipet, Kota Perbatasan

Berdasarkan laporan The Phnom Penh Post pada 24 Februari 2025, pihak berwenang Kamboja menggerebek dua lokasi di Kota Poipet. Di kota perbatasan yang terkenal sebagai basis call center scam ini, ditemukan total 230 warga asing, 68 di antaranya perempuan, yang melakukan operasi penipuan online.

  • Phnom Penh

Kementerian Informasi Kamboja pada Juli 2025 menyatakan, pasukan gabungan menggerebek beberapa lokasi yang terlibat dalam penipuan daring di Phnom Penh. Berdasarkan Asia News Network, Operasi yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Hun Sorithy menargetkan penipuan tersembunyi di Boeung Keng Kang III, distrik Boeung Keng Kang dan komune Khmuonh, distrik Sen Sok.

Dalam operasi ini 100 warga negara asing ditahan, termasuk 75 warga Taiwan, 24 warga Cina, dan satu warga Vietnam.

  • Banteay Meanchey dan Kratie

Komando terpadu provinsi pada Juli 2025 bekerja sama dengan pihak berwenang terkait menggerebek bangunan tiga lantai di desa Baliley 2 dan Komune Poipet dan menemukan 271 WNI, termasuk 45 perempuan, yang terlibat dalam penipuan online.

Sementara di Kratie, pihak berwenang menargetkan rumah sewaan di komune Pi Thnou, distrik Snuol yang diduga menyembunyikan aktivitas penipuan daring. Mereka menahan 312 warga negara asing dari Vietnam, Thailand, Bangladesh, Indonesia, Cina, dan Myanmar, termasuk 56 wanita di antaranya.

  • Oddar Meanchey, Perbatasan Thailand

Cambojanews pada Juli 2025 melaporkan berdasarkan ahli dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) penipuan online sangat mudah berpindah dan tersebar luas. Hal ini terdeteksi di pusat-pusat kota hingga O’Smach dan Oddar Meanchey yang merupakan wilayah perbatasan dengan Thailand. 

Viral Banyak Warung Pecel Lele di Kamboja

Sempat viral pada akhir 2024, warganet menyoroti banyaknya kedai makanan khas Indonesia, seperti warung pecel lele di Kamboja, sebagaimana terlihat di Google Maps. Mereka curiga hal ini terkait dengan WNI di bisnis judi online atau penipuan online.

Warganet di X dengan nama akun @_n0t4lfiaccount mengunggah tangkapan layar atau screenshot yang menampilkan warung makan Indonesia di kawasan Bavet, Kamboja, lewat platform Google Maps.

Nama warung yang ditampilkan seperti Pecel Lele Srikandi, Arena Angkringan, dan Gultik Blok M.

Akun lain bernama @howtodresvvell membagikan foto warung Indonesia di Kamboja. Unggahan ini mendapatkan 20 ribu suka, 200 komentar, dan tiga ribu kali dibagikan per pukul 12.28 WIB, Kamis (21/11).

Netizen lain berkomentar mencurigai banyaknya WNI yang bekerja di sana di bidang judi online. Mereka juga menyematkan video dari YouTube Harian Kompas terkait WNI yang bekerja di Kamboja di bisnis judi online.

“Kompas mungkin menjadi media pertama yang menginvestigasi judi online sampai ke jantungnya, yakni di Kamboja,” kata jurnalis Kompas dikutip dari YouTube Harian Kompas pada 15 November 2024.

Katadata.co.id menelusuri Google Maps dan menemukan beberapa nama kedai kuliner bernuansa Indonesia. Ada yang bernama Kedai Yeci – Masakan Indonesia di Cendana, Preah Sihanouk, Kamboja.

Tempat makan itu mendapatkan rating 4,7 dari lima di Google Maps. Berdasarkan foto-foto yang diunggah oleh konsumen, masakan yang disajikan berupa tempe goreng hingga ayam goreng.

Di sekitar kedai tersebut, terdapat tempat makan lain khas Indonesia bernama Kedai Ayam Oneng The Best Indonesia.

Selain itu, di kawasan Bavet, Kamboja, terdapat kedai Inafood, IndoFood, dan Café Indonesia. Kamboja juga menjadi pasar terbesar rokok kretek dari Indonesia per Oktober 2023.

Direktur Informasi dan Media Hartyo Harkomoyo menyebutkan ada sekitar 89 ribu WNI yang memiliki izin tinggal di Kamboja. “Besarnya komunitas ini menjadi salah satu pendorong munculnya bisnis restoran dengan makanan khas Indonesia,” kata dia kepada Katadata.co.id, pada November 2024.

Ia tidak dapat memastikan jumlah WNI yang bekerja di sektor judi online di Kamboja. Terlebih lagi, ada warga negara yang belum mau melaporkan diri tinggal di Kemboja ke KBRI Phnom Penh. “Dari 89 ribu WNI, hanya sekitar 17 ribu yang melakukan lapor diri secara aktif,” ujar Hartyo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...