Komdigi Targetkan Layanan Internet Murah Capai 10,8 Juta Rumah Tangga

Rahayu Subekti
27 Januari 2026, 11:09
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) milik Hashim Djojohadikusumo memenangkan internet murah Regional I yang mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) milik Hashim Djojohadikusumo memenangkan internet murah Regional I yang mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi masih terus menyiapkan layanan internet murah untuk masyarakat. Menteri Komdigi Meutya Hafid mengatakan saat ini internet berkualitas 1,4 GHz itu sudah siap dioperasikan secara bertahap.

“Ini dengan komitmen melayani 10,8 juta rumah tangga di tahun 2030,” kata Meutya dalam rapat kerja dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (26/1).

Sedangkan untuk tahun ini, Kementerian Komdigi menargetkan 1,99 juta rumah tangga bisa menggunakan layanan internet murah yang menggunakan teknologi akses nirkabel pita lebar atau broadband wireless access (BWA) itu.

Ia menambahkan saat ini layanan 4G pada 2025 sudah mampu menjangkau 98,95% populasi penduduk Indonesia dan akan terus ditingkatkan. “Di 2026 kita akan tingkatkan menjadi 99,05,” ujarnya.

Meutya mengatakan angka tersebut melampaui target dari rencana pembangunan jangka menengah nasional atau RPJMN pada 2029. Ia yakin target tersebut bisa tercapai karena Kementerian Komdigi juga akan melakukan lelang untuk penyesuaian layanan 5G yang bisa membantu pemenuhan kebutuhan 4G.

Untuk layanan 5G sepanjang 2025 sudah mencapai 6,33% luas permukiman Indonesia. “Ini juga melampaui target RPJMN yaitu 4,4%,” katanya.

Pada 2026, Meutya menargetkan jaringan 5G bisa mencakup 8,5% luas pemukiman. Ia optimistis target tersebut tercapai dengan menggelar lelang frekuensi.

Kementerian Komdigi sebelumnya sudah menggelar lelang pita frekuensi 1,4 GHz. Seleksi tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan spektrum dalam mendukung layanan akses nirkabel pita lebar atau wireless broadband.

Dari hasil lelang ini, PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) milik Hashim Djojohadikusumo memenangkan Regional I yang mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua dengan penawaran tertinggi mencapai Rp 403,7 miliar.

Lalu PT Eka Mas Republik memenangkan Regional II yang meliputi Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara dengan nilai penawaran Rp 300,8 miliar. Perusahaan yang sama juga menjadi pemenang Regional III yang mencakup Kalimantan dan Sulawesi dengan penawaran Rp 100 miliar.

Selanjutnya pemerintah juga dikabarkan akan menyiapkan dua lelang frekuensi baru yakni pita 700 MHz dan pita 2,6 GHz. Pita 700 MHz ini termasuk kategori low band yang memiliki jangkauan luas mampu memperluas jaringan di wilayah pelosok.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...