Anak Manipulasi Usia di Platform Digital, Komdigi Bahas Fitur Pengenalan Wajah

Rahayu Subekti
6 Februari 2026, 14:11
Komdigi, platform digital, anak-anak
Katadata/Desy Setyowati, Meta.ai
Ilustrasi media sosial
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai membahas penggunaan face recognition atau pengenalan wajah di platform digital. Pembahasan ini menyusul temuan adanya anak-anak yang memanipulasi usia saat mengakses platform digital.

Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menyatakan pembahasan ini dilakukan bersama pihak terkait. “Face recognition? Nah ini juga lagi didiskusikan karena ada beberapa sisi yang harus kita lindungi juga. Misalnya data pribadi anak-anak dan lain-lain,” kata Nezar saat ditemui di Kantor Pusat Indosat, Jakarta, Jumat (6/2).

Nezar mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap diskusi termasuk juga dengan pihak platform digital. Ia mengatakan semua pihak harus mematuhi aturan jika pengenalan wajah diterapkan dalam registrasi penggunaan media sosial oleh anak-anak.  

“Jangan misalnya untuk peraturan ini lalu nanti bertabrakan dengan peraturan yang lain,” ujar Nezar.

Cegah Manipulasi Usia di Platform Digital

Saat ini anak-anak sangat mudah memanipulasi usia saat menggunakan platform digital. Sebab, saat ini untuk memastikan usia pengguna hanya melalui tahapan yang mudah sehingga tidak terverifikasi dengan baik.

Karena itu, saat ini Kementerian Komdigi sudah berkolaborasi dengan sejumlah platform untuk memberikan solusi teknologi mengatasi persoalan tersebut. “Beberapa platform sekarang sedang exercise teknologi yang akan mereka gunakan,” kata Nezar.

Termasuk juga untuk menggunakan teknologi age inferential. Teknologi ini memungkinkan sistem algoritma menganalisis pola perilaku pengguna, termasuk jenis konten yang dikonsumsi, cara berinteraksi, hingga kebiasaan penggunaan platform.

“Itu dengan otomatis akan dibaca, lalu disimpulkan dan bisa diblok sampai kemudian diketahui apakah dia cukup umur atau tidak. Jadi itu yang sedang kita exercise,” ujarnya.

Teknologi age inferential memungkinkan algoritma platform untuk membaca kecenderungan perilaku pengguna. Meskipun pengguna tidak menyatakan usia sebenarnya, sistem bisa membuat profiling berdasarkan konten yang dikonsumsi," ujarnya. Jika terdeteksi pola konsumsi anak, namun berada di akun dewasa maka sistem otomatis memblokir akses ke konten berbahaya.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...