Tiga Jurus Komdigi Benahi Pasar Digital Jadi Ruang Tumbuh UMKM

Rahayu Subekti
9 April 2026, 08:55
Pekerja melakukan penjualan secara langsung atau live melalui pasar digital di rumah produksi Shoeka Shoes, Malang, Jawa Timur, Jumat (25/4/2025). Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sepatu kulit buatan tangan atau handmade tersebut berupaya mengatas
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/Spt.
Pekerja melakukan penjualan secara langsung atau live melalui pasar digital di rumah produksi Shoeka Shoes, Malang, Jawa Timur, Jumat (25/4/2025). Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sepatu kulit buatan tangan atau handmade tersebut berupaya mengatasi persaingan pasar bebas sepatu dengan menggenjot penjualan dalam negeri melalui media sosial maupun pasar digital, membuat inovasi produk baru bertema etnik serta mengikuti pameran di Jepang untuk menjaring konsumen luar negeri.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Transformasi digital Usaha Mikro Kecil, dan Menengah atau UMKM di Indonesia memasuki babak baru. Jika sebelumnya tantangan utama adalah mendorong pelaku usaha masuk ke ekosistem online, kini persoalan bergeser menjadi gaimana memastikan pasar digital benar-benar adil dan memberi ruang tumbuh bagi UMKM.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria mengatakan akses internet tidak lagi menjadi masalah utama. Dengan cakupan internet yang telah menjangkau sekitar 98% wilayah berpenduduk, hampir seluruh UMKM sudah terkoneksi ke dunia digital.

“Kalau kita bilang UMKM harus go online, itu sudah selesai. Sekarang kita bicara bagaimana mereka bisa go produktif dan go kompetitif,” katanya dalam acara Tutur Economic Dialogue 2026 dikutip dari pernyataan tertulis, Rabu (8/4).

Saat ini Kementerian Komdigi akan fokus membenahi pasar digital agar lebih adil. Lalu bagaimana caranya?

Dari Sekadar Online ke Produktif dan Kompetitif

Pemerintah kini menggeser fokus ke konsep meaningful connectivity yaitu konektivitas yang mampu menghasilkan dampak nyata. Ukurannya bukan lagi jumlah UMKM yang hadir di platform digital, melainkan sejauh mana mereka mampu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, dan naik kelas.

Namun, di balik peluang besar digitalisasi, tantangan baru muncul. UMKM kini harus bersaing dengan produk impor murah yang membanjiri platform digital. Kondisi ini menciptakan ketimpangan yang berpotensi menggerus daya saing pelaku usaha lokal.

“Di dalam lanskap digital ini ada serbuan kompetitor dari luar yang sangat kuat. Karena itu UMKM kita perlu mendapat posisi yang setara agar bisa bersaing,” ujar Nezar.

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah menekankan pentingnya menciptakan equal playing field atau lapangan bermain yang setara. Artinya, UMKM tidak boleh kalah hanya karena dominasi platform besar atau produk global.

Langkah ini mencakup pembenahan berbagai aspek, mulai dari regulasi platform digital, perlindungan produk lokal, hingga penguatan daya saing UMKM di sisi kualitas dan efisiensi.

Lirik Model Open Network Ala India

Salah satu pendekatan yang tengah dijajaki adalah model open network, seperti yang diterapkan di India melalui Open Network for Digital Commerce.

Model ini memungkinkan berbagai platform dan kanal terhubung dalam satu ekosistem terbuka, sehingga UMKM tidak bergantung pada satu platform saja.

“Kenapa tidak satu platform yang bisa terhubung ke banyak channel. Ini yang dilakukan India, dan terbukti bisa meningkatkan penjualan UMKM. Kita sedang eksplorasi model seperti itu,” kata Nezar.

Pendekatan Berbasis Masalah Nyata

Selain itu, pemerintah juga mengubah pendekatan kebijakan dari berbasis program menjadi berbasis masalah. Artinya, intervensi difokuskan pada kendala nyata yang dihadapi UMKM, seperti:

  • Logistik dan distribusi
  • Standar dan kualitas produk
  • Akses pembiayaan
  • Penetrasi pasar global

“Yang perlu kita ukur bukan berapa banyak UMKM masuk digital. Tapi apakah mereka naik kelas, produktif, dan kompetitif,” kata Nezar.

Dengan arah kebijakan baru ini, transformasi digital diharapkan tidak hanya memperluas akses, tetapi juga benar-benar meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM. Selain itu juga memperkuat posisi ekonomi nasional di tengah persaingan global.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...