Google Luncurkan Dua Cip AI, Saingi Raksasa Semikonduktor Nvidia
Google melalui bisnis komputasi awan, Google Cloud, memperkenalkan dua cip yang mendukung kecerdasan buatan (AI). Perusahaan pun akan bersaing dengan Nvidia, raksasa semikonduktor.
Kedua cip AI yang dimaksud yakni TPU 8t dan TPU 8i, generasi kedelapan dari Tensor Processing Unit custom milik Google. Arsitektur kedua cip ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan spesifik dalam siklus hidup akal imitasi, yakni pelatihan (training) dan inferensi atau penalaran.
TPU 8t difokuskan untuk untuk mempercepat pengembangan model AI tingkat lanjut. Dengan sistem yang menyeimbangkan throughput komputasi tertinggi, shared memory, dan bandwidth antar-cip, TPU 8t disebut bisa memangkas waktu pelatihan model dari hitungan bulan menjadi hanya beberapa minggu.
Sementara itu, TPU 8i: Mesin Penalaran (Reasoning Engine) dirancang untuk menghadirkan pengalaman AI agentic yang ideal. Cip ini memungkinkan pengguna mendapatkan respons secara instan saat mendelegasikan tugas ke agen AI.
Cip ini dilengkapi dengan 288 GB memori bandwidth tinggi dan 384 MB SRAM di dalam cip atau tiga kali lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Dengan begitu, seluruh set kerja aktif dari model dapat tetap berada di dalam cip untuk pemrosesan yang lebih cepat.
Google memperkenalkan kedua cip AI itu dalam ajang tahunan Google Cloud Next '26.
Efisiensi Biaya dan Performa Maksimal
Salah satu keunggulan utama dari TPU Generasi ke-8 adalah peningkatan performa hingga 80% lebih baik dari sisi performance-per-dollar dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan ini memungkinkan pelaku bisnis untuk melayani volume trafik AI hampir dua kali lipat lebih banyak dengan biaya yang sama, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan bisnis yang lebih menguntungkan.
Teknologi infrastruktur AI Google Cloud ini telah dimanfaatkan oleh berbagai organisasi ternama dunia. Citadel Securities menggunakannya untuk riset kuantitatif yang lebih cepat, sementara Boston Dynamics melatih model vision-language untuk mendukung robotika industri. Laboratorium AI terkemuka seperti Anthropic dan Thinking Machines Lab juga tercatat sebagai pengguna infrastruktur ini.
Di Asia Tenggara, transformasi menuju Agentic Enterprise yang didukung oleh infrastruktur Google juga telah dimulai oleh perusahaan seperti CIMB Niaga, FairPrice Group, hingga Emtek Group.
