Daftar Pekerjaan Paling Diburu dan Berpotensi Hilang pada 2030
Laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum atau WEF mengungkap perubahan besar dunia kerja dalam lima tahun ke depan. Perkembangan kecerdasan buatan atau AI, digitalisasi, robotika, hingga teknologi energi hijau diprediksi akan menciptakan jutaan pekerjaan baru, sekaligus menghilangkan banyak profesi lama.
“Lebih banyak perusahaan memperkirakan perluasan akses digital akan mempengaruhi bisnis mereka daripada tren makro lainnya,” tulis laporan itu dikutip dari situs World Economic Forum, Selasa (26/5).
Teknologi seperti AI dan pengolahan data, robot dan otomatisasi, serta pembangkitan dan penyimpanan energi menjadi penggerak utama transformasi pasar tenaga kerja hingga 2030.
WEF memperkirakan transformasi teknologi ini akan menciptakan sekitar 19 juta pekerjaan baru. Namun, teknologi juga akan menggantikan sembilan juta pekerjaan lainnya pada akhir dekade ini atau 2030.
Bidang AI dan pengolahan data menjadi sektor dengan pertumbuhan paling besar. Teknologi ini diprediksi menciptakan 11 juta pekerjaan baru, meski di sisi lain juga menghilangkan sekitar sembilan juta pekerjaan lama.
Profesi yang diperkirakan tumbuh paling cepat hingga 2030 didominasi sektor teknologi dan data. Posisi Big Data Specialist berada di urutan teratas, disusul FinTech Engineer serta spesialis AI dan machine learning.
Selain itu, pengembang perangkat lunak, spesialis keamanan siber, analis data, hingga insinyur energi terbarukan juga diperkirakan menjadi profesi yang paling banyak diburu perusahaan global.
Berikut daftar pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat hingga 2030 versi WEF:
- Spesialis Big Data
- Insinyur FinTech
- Spesialis AI dan machine learning
- Pengembang perangkat lunak dan aplikasi
- Spesialis manajemen keamanan
- Spesialis gudang data (data warehousing)
- Spesialis kendaraan otonom dan listrik
- Desainer UI dan UX
- Pengemudi truk ringan dan layanan pengiriman
- Spesialis Internet of Things (IoT)
- Analis dan ilmuwan data
- Insinyur lingkungan
- Analis keamanan informasi
- Insinyur DevOps
- Insinyur energi terbarukan
Di sisi lain, pekerjaan administratif dan repetitif diperkirakan mengalami penurunan paling tajam akibat otomatisasi dan AI.
Profesi seperti petugas layanan pos, teller bank, kasir, petugas tiket, hingga asisten administrasi diprediksi semakin berkurang kebutuhan tenaga kerjanya dalam beberapa tahun ke depan.
WEF juga mencatat pekerjaan di bidang percetakan, pembukuan, telemarketing, hingga desain grafis mulai terdampak perubahan teknologi digital dan otomatisasi AI generatif.
Berikut daftar pekerjaan yang diperkirakan paling cepat menurun hingga 2030:
- Petugas layanan pos
- Teller bank dan staf terkait
- Staf entri data
- Kasir dan petugas tiket
- Asisten administrasi dan sekretaris eksekutif
- Pekerja percetakan dan industri terkait
- Staf akuntansi, pembukuan, dan penggajian
- Petugas pencatatan material dan stok barang
- Petugas transportasi dan kondektur
- Tenaga penjualan door-to-door, loper koran, pedagang kaki lima, dan pekerja terkait
- Desainer grafis
- Petugas klaim, pemeriksa, dan investigator
- Staf legal
- Sekretaris legal
- Telemarketer
Laporan itu juga menyoroti perubahan besar pada keterampilan tenaga kerja. Sebanyak 39% keterampilan utama pekerja diperkirakan akan berubah pada 2030.
Keterampilan teknologi seperti AI, analisis data, keamanan siber, dan literasi digital diprediksi menjadi kemampuan paling penting dalam lima tahun ke depan.
Karena itu, perusahaan global diperkirakan akan semakin fokus pada program upskilling, reskilling, dan pembelajaran berkelanjutan agar pekerja tetap relevan di tengah perubahan cepat dunia kerja.
