Di banyak negara, masa transisi sekolah ke kerja menjadi bagian penting dari kebijakan pembangunan manusia. Indonesia belum pernah benar-benar membangunnya.
Selama satu dekade terakhir, arah kebijakan ekonomi Indonesia cenderung konservatif, lebih menekankan stabilitas makro daripada penciptaan lapangan kerja.
Menurut penelitian LPEM UI, sebanyak 13,4% pekerja di perkotaan memiliki pekerjaan sampingan. Mereka memilih untuk bekerja ganda di perusahaan lain atau “double shift”.
Opsi mendorong pencari kerja untuk mencari pekerjaan di luar negeri bukan dijadikan satu-satunya solusi atau prioritas utama dalam mengatasi permasalahan pengangguran.
Prasasti menyebut pemerintah harus meningkatkan investasi untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja formal dan menaikkan kualitas pekerjaan di Indonesia.
IBM Indonesia mengungkap sejumlah jenis pekerjaan yang berpotensi besar tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI) dalam waktu dekat, seiring meningkatnya adopsi AI di perusahaan.
Seiring dengan mencapai 73.992 PHK di Indonesia hingga Maret 2025, Apindo mencatat kekhawatiran tinggi atas lonjakan pemutusan hubungan kerja, memicu seruan akan perhatian dan tindakan serius.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersiap menyambut utusan Apple untuk negosiasi, fokus utama adalah pembangunan pabrik dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.