India Blokir Telegram, Ratusan Ribu Warga Serbu VPN
Pembatasan akses Telegram oleh Pemerintah India memicu lonjakan penggunaan layanan virtual private network (VPN) dan aplikasi pesan instan alternatif.
Dikutip dari TechCrunch pada Kamis (18/6), unduhan aplikasi VPN di India meningkat 49% dibandingkan rata-rata harian setelah pemerintah mengumumkan pemblokiran Telegram.
Berdasarkan data perusahaan intelijen aplikasi Appfigures, Selasa (17/6) menjadi hari dengan jumlah unduhan VPN tertinggi di India setidaknya sejak awal 2025. Total unduhan sejumlah aplikasi VPN utama naik dari rata-rata sekitar 139 ribu per hari menjadi 208 ribu unduhan.
Beberapa penyedia layanan VPN mencatat kenaikan yang signifikan. Proton VPN menjadi salah satu yang mengalami pertumbuhan terbesar dengan lonjakan unduhan sebesar 113% di App Store India milik Apple. Sementara itu, Turbo VPN mencatat kenaikan 85% pada platform yang sama.
Di Google Play Store, unduhan Proton VPN meningkat 64% dan Turbo VPN naik 35%. Adapun NordVPN mencatat pertumbuhan unduhan sebesar 41% di App Store, sedangkan ExpressVPN mengalami kenaikan 31% di Google Play.
Lonjakan penggunaan VPN terjadi setelah Pemerintah India memutuskan membatasi akses Telegram hingga 22 Juni 2026. Kebijakan tersebut diambil menyusul kekhawatiran bahwa platform pesan instan itu digunakan untuk menyebarkan informasi palsu terkait soal ujian dan penipuan yang berkaitan dengan pelaksanaan ulang National Eligibility cum Entrance Test (NEET), salah satu ujian masuk perguruan tinggi terbesar di India.
Pemerintah India menilai pembatasan sementara diperlukan untuk mencegah penyebaran informasi yang berpotensi merugikan peserta ujian. Namun, Telegram menolak langkah tersebut dan mengajukan gugatan terhadap keputusan pemerintah ke Pengadilan Tinggi Delhi.
Dalam persidangan, Telegram berpendapat pemerintah seharusnya menindak konten atau kanal yang melanggar aturan, bukan memblokir seluruh platform yang memiliki lebih dari 150 juta pengguna di India.
Dampak kebijakan tersebut tidak hanya terlihat pada layanan VPN. Pengguna juga mulai beralih ke aplikasi pesan instan lain. Data Appfigures menunjukkan unduhan Signal meningkat 72% di App Store dan melonjak 322% di Google Play setelah pengumuman pembatasan Telegram.
Aplikasi Viber juga mencatat pertumbuhan signifikan dengan kenaikan unduhan sebesar 216% di App Store. Sementara itu, aplikasi iMe yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem Telegram mencatat salah satu pertumbuhan tercepat. Unduhannya di Google Play melonjak dari rata-rata sekitar 827 menjadi lebih dari 50.900 dalam sehari.
Meski akses Telegram dibatasi, penggunaan platform tersebut justru tidak langsung menurun. Menurut Sensor Tower, jumlah pengguna aktif harian Telegram di India meningkat 17% pada hari pengumuman pembatasan. Angka tersebut menjadi pertumbuhan harian terbesar Telegram di India sejak gangguan layanan Meta pada 2021.
Data dari Cloudflare Radar juga menunjukkan peningkatan permintaan DNS ke domain Telegram dalam dua hari setelah kebijakan diumumkan. Meski tidak selalu mencerminkan akses yang berhasil, kenaikan tersebut mengindikasikan banyak pengguna berupaya tetap terhubung ke layanan Telegram setelah pembatasan mulai diterapkan.
