Menkes Minta TikToker Tak Cuma Kejar Viral: RI Bisa Kehilangan Bonus Demografi
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta para kreator konten di TikTok atau TikToker tidak hanya mengejar konten viral. Ia mengingatkan Indonesia berisiko kehilangan momentum bonus demografi apabila masyarakat justru menghabiskan energi untuk konten negatif di media sosial.
Budi mengatakan Indonesia hanya memiliki waktu sekitar 10 hingga 15 tahun ke depan untuk memanfaatkan bonus demografi sebagai momentum menjadi negara maju. Peluang tersebut diperkirakan mencapai puncaknya pada periode 2030 hingga 2040.
“Kalau kita sibuk berantem sendiri, sibuk bikin konten negatif terus, kita buang-buang waktu dalam 10 sampai 15 tahun ke depan. Kita lupa bahwa tugas kita adalah pertumbuhan ekonomi harus 8% atau 9%,” kata Budi dalam peluncuran program Makan dengan Makna di Jakarta, Kamis (9/7).
Menurut Budi, media sosial memiliki peran besar dalam membentuk perilaku masyarakat, terutama generasi muda menjelang target Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, ia meminta para kreator TikTok memanfaatkan pengaruh mereka untuk menyebarkan konten positif.
Indonesia menargetkan menjadi negara maju pada 2045 dengan Pendapatan Nasional Bruto atau Gross National Income (GNI) per kapita di atas US$ 14 ribu atau sekitar Rp 15 juta per bulan.
Sementara itu, menurut Budi, GNI per kapita Indonesia saat ini masih berada di kisaran US$ 5.000. Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mencapai target menjadi negara maju.
Peluang mencapai target tersebut sangat bergantung pada kemampuan Indonesia memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada periode 2030 hingga 2040. Jika momentum itu terlewati, Indonesia berisiko terjebak dalam middle income trap atau jebakan negara berpendapatan menengah.
“Nah itu peranan TikTok sebagai media sosial yang sangat diikuti oleh banyak orang itu sangat penting. Peran content writer untuk memahami bahwa kita tidak punya banyak waktu kalau ingin bangsa kita jadi bangsa maju, itu sangat penting,” ujar Budi.
Menkes Minta TikToker Kampanyekan Hidup Sehat
Budi berharap kreator konten tidak hanya mengejar viralitas, tetapi juga membuat konten yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai gaya hidup sehat. Konten tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ia juga meminta kreator ikut mempromosikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta mengampanyekan pola makan rendah gula, garam, dan lemak.
Menurut Budi, konten edukatif yang dikemas menggunakan gaya komunikasi yang dekat dengan anak muda akan lebih mudah diterima masyarakat.
TikTok Indonesia menggandeng Kementerian Kesehatan untuk memperkuat edukasi mengenai gizi seimbang dan pola hidup sehat melalui konten para kreator. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dan dimulainya inisiatif Makan dengan Makna.
Head of Public Policy TikTok Indonesia Noudhy Valdryno mengatakan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan bertujuan memanfaatkan kekuatan platform dan komunitas kreator untuk menyebarkan informasi mengenai pola makan sehat yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Hari ini kami meluncurkan inisiatif Makan dengan Makna, implementasi di Indonesia dari inisiatif The Main Ingredient. Melalui inisiatif ini, kami ingin membantu masyarakat menemukan inspirasi mengenai pola makan serta gaya hidup yang lebih sehat dengan memanfaatkan kekayaan bahan pangan lokal yang kita miliki,” kata Noudhy.
Kolaborasi tersebut akan mendukung berbagai program Kementerian Kesehatan, termasuk edukasi gizi seimbang melalui kampanye Isi Piringku dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS.
Noudhy mengatakan makanan dan gaya hidup sehat merupakan salah satu topik yang paling banyak dicari pengguna TikTok. Setiap hari, jutaan pengguna mengakses platform tersebut untuk mencari resep, inspirasi memasak, rekomendasi makanan, hingga tips menjalani gaya hidup sehat.
Antusiasme pengguna juga terlihat dari penggunaan berbagai tagar seperti #KulinerIndonesia, #HidupSehat, #MakananSehat, dan #CemilanSehat.
“Melihat antusiasme tersebut, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan TikTok untuk menemukan inspirasi hidup sehat yang lebih mudah dipahami, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui konten yang dibuat oleh para kreator,” ujarnya.
TikTok Kampanyekan Konsumsi Pangan Lokal
Sebagai bagian dari program tersebut, TikTok juga meluncurkan kampanye Makan Lokal. Kampanye ini mengajak masyarakat mengenal kembali kekayaan pangan Indonesia melalui sesi siaran langsung bersama para kreator.
Melalui kampanye tersebut, TikTok ingin menunjukkan bahwa menerapkan pola makan sehat tidak harus mahal ataupun rumit. Indonesia memiliki berbagai bahan pangan bergizi yang tersedia di sekitar masyarakat.
“Harapannya sederhana, agar semakin banyak masyarakat menyadari bahwa pola makan sehat tidak perlu atau tidak selalu rumit dan mahal. Justru banyak pilihan bergizi yang berasal dari bahan pangan lokal yang dekat dengan keseharian kita,” kata Noudhy.
Ia mengatakan perubahan perilaku masyarakat dapat dimulai dari langkah sederhana, mulai dari mencoba satu resep, membangun satu kebiasaan baik, hingga mengonsumsi satu konten yang mampu menginspirasi seseorang untuk menjalani hidup lebih sehat.
