Robot Jadi Tahap Baru Ledakan AI, Emiten Mana yang Diuntungkan?
Riset KB Valbury memperkirakan pasar AI untuk pertambangan Indonesia dapat meningkat dari US$ 1,8 miliar atau Rp 31,87 triliun (kurs Rp 17.705 per dolar AS) pada 2025 menjadi US$ 8,6 miliar atau Rp 152,26 triliun pada 2031. Angka ini setara dengan rata-rata pertumbuhan tahunan gabungan atau CAGR 29,3%.
Selain itu, riset KB Valbury juga mengungkapkan sekitar 28% perusahaan di Indonesia saat ini telah menggunakan AI dalam berbagai bentuk pada 2026. Namun hanya 9% yang telah mengintegrasikannya secara mendalam ke dalam proses inti bisnis, sementara sekitar 45% masih berada pada tahap eksperimentas.
“Hal ini mengindikasikan peningkatan produktivitas di tingkat perusahaan akan memerlukan waktu untuk dapat berdampak secara luas,” demikian tertulis dalam riset tersebut.
Peningkatan standar dalam hal kesiapan AI dapat mendorong pertumbuhan nilai tambah riil sebesar sekitar 0,45 poin persentase di pasar negara berkembang, dibandingkan dengan 0,60 poin persentase di negara maju. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan menjadi faktor penentu seberapa besar potensi peningkatan produktivitas dari AI yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia.
