Data Center hingga Cip AI Kekurangan Pasokan, Danantara Lihat Peluang Investasi

Desy Setyowati
28 Agustus 2026, 10:18
Danantara, data center, ai,
Danantara
CTO Danantara, Sigit Puji Santosa, menyampaikan institusinya tengah mengejar target efisiensi BUMN hingga 40% melalui percepatan transformasi digital, Kamis (7/5).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Investasi Negara Indonesia, Danantara, siap memperluas investasi di pusat data, karena tingginya permintaan telah menyebabkan kekurangan kapasitas dan waktu tunggu hingga satu tahun.

Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan kapasitas yang baru dibangun dengan cepat diserap oleh pasar.

"Jika kita membangun 100 megawatt, 200 megawatt, semuanya langsung terjual habis," kata Sigit di Jakarta.

Saat ini Indonesia memiliki sekitar 45 pusat data berskala besar, tetapi permintaan akan infrastruktur digital telah melampaui kapasitas yang tersedia, dengan pelanggan harus menunggu enam bulan hingga satu tahun untuk mendapatkan akses.

"Permintaan pusat data sangat tinggi, mengakibatkan kekurangan pasokan. Pelanggan harus menunggu enam bulan, sembilan bulan, atau bahkan setahun," katanya.

Sigit menyatakan bahwa Danantara siap berpartisipasi dalam pengembangan infrastruktur pusat data, termasuk teknologi dan komponen pendukung yang dibutuhkan oleh industri.

Selain pusat data, Danantara berfokus pada pengembangan semikonduktor, khususnya chip kecerdasan buatan (AI), yang permintaannya meningkat tajam di seluruh dunia.

Sigit mengatakan bahwa Danantara telah bermitra dengan perusahaan semikonduktor Inggris, Arm Limited, untuk mengembangkan desain cip, dengan beberapa perusahaan milik negara juga terlibat.

Waktu tunggu untuk chip AI bisa mencapai enam hingga sembilan bulan di beberapa negara, katanya.

Danantara berencana mengembangkan infrastruktur digital yang mencakup sistem, subsistem, dan komponen pendukung untuk memanfaatkan peluang dari pertumbuhan sektor ini.

Sigit mengatakan bahwa pengembangan tersebut masih menghadapi tantangan, termasuk keterbatasan kapasitas daya dan proses serta peraturan yang kompleks.

"Tantangannya memang cukup signifikan, tetapi peluangnya juga cukup besar," katanya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...