Raksasa Teknologi AS Google, IBM hingga Cisco Jajaki Smart City IKN

Rahayu Subekti
3 September 2026, 14:14
ikn, google, cisco, ibm,
IKN
Forum Nusantara Smart City Stakeholders
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Raksasa teknologi Amerika Serikat Honeywell, Cisco, IBM dan Google turut hadir dalam forum Nusantara Smart City Stakeholders, yang digelar oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan United States Trade and Development Agency (USTDA).

Forum yang digelar pada Selasa (1/9) itu menjadi wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, serta menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan dan implementasi konsep smart city di Indonesia.

Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, pemerintah daerah, organisasi independen serta pelaku teknologi untuk mendiskusikan berbagai pendekatan dalam membangun kota cerdas yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Acara itu menjadi momentum untuk memperkuat potensi kerja sama antara Nusantara dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat. USTDA menghadirkan sejumlah mitra perusahaan dari AS yang memiliki keahlian di bidang teknologi dan solusi smart city, di antaranya Honeywell, Cisco, IBM dan Google.

Sejumlah pemerintah daerah turut hadir untuk berbagi pengalaman dalam mengimplementasikan konsep smart city, antara lain Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Pemerintah Kota Denpasar, dan Pemerintah Kota Surabaya.

Berbagai pengalaman itu menjadi pembelajaran penting dalam melihat penerapan teknologi dan tata kelola berbasis data pada kota-kota berukuran menengah (medium-sized cities) di Indonesia.

Selain membuka ruang diskusi mengenai peluang kolaborasi, perusahaan-perusahaan tersebut memberikan technical training kepada para peserta forum. Materi yang dibahas mencakup data science, strategic and AI-driven data governance for smart cities, serta smart building, yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas teknis dan pemahaman peserta terhadap pemanfaatan teknologi dalam pengembangan kota cerdas.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menekankan bahwa keberhasilan kota cerdas tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa banyak teknologi yang digunakan, tetapi oleh kemampuan kota itu dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kota yang paling cerdas belum tentu kota yang memiliki teknologi paling banyak. Kota yang paling cerdas adalah kota yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakatnya,” ujar Agung dalam keterangan pers, Rabu (2/9).

Menurutnya, pengembangan Nusantara sebagai kota cerdas perlu menempatkan masyarakat sebagai pusat dari transformasi digital. Teknologi harus menjadi instrumen untuk menciptakan layanan publik yang lebih efektif, efisien, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Counselor for Commercial Affairs, U.S. Embassy Jakarta, Andrew Billard, menyampaikan bahwa Amerika Serikat memiliki perusahaan dan investor yang dapat berperan penting dalam mendukung pembangunan Nusantara.

“Amerika Serikat memiliki perusahaan dan investor yang sangat penting bagi pembangunan Nusantara,” ujar Andrew.

Andrew mengatakan Counselor for Commercial Affairs, U.S. Embassy Jakarta ingin membangun kemitraan jangka panjang, memperkuat daya saing Indonesia, serta mengembangkan talenta lokal. Pemerintah AS siap menghubungkan perusahaan-perusahaan Amerika dengan berbagai peluang dan mitra potensial untuk kerja sama di Indonesia.

Forum ini turut dihadiri oleh perwakilan USTDA Indo-Pasific Region, Institut Teknologi Kalimantan, pihak pelaksana hibah pilot project command center-Meta Mind Global Corporation (MMGC), serta pihak pelaksana hibah Nusantara Smart City Technical Assistance (NSCSTA) Frost & Sullivan dan konsorsium.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam mendorong pemanfaatan AI dan data untuk mendukung pengembangan Nusantara sebagai kota cerdas yang inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...