Samsung Ikut Investasi Perusahaan GPU Belanda, Cari Alternatif Nvidia?

Rahayu Subekti
15 September 2026, 14:42
Samsung
Samsung
Samsung
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Samsung ikut memburu alternatif chip pemroses kecerdasan buatan atau AI selain produk Nvidia. Raksasa teknologi Korea Selatan tersebut mendukung pendanaan senilai 200 juta euro atau sekitar US$ 231 juta setara Rp 4,07 triliun (kurs Rp 17.635 per dolar AS) untuk startup chip AI asal Belanda, Euclyd.

CEO Euclyd Bernardo Kastrup mengatakan putaran pendanaan Seri A tersebut turut melibatkan Somerset Capital Partners, Scaleup Europe Fund yang dikelola EQT, serta Innovation Industries. Keempat investor tersebut memimpin putaran pendanaan perusahaan yang baru didirikan pada 2024 itu.

Euclyd tengah mengembangkan sistem chip AI dengan arsitektur berbeda dari graphics processing unit (GPU) yang selama ini menjadi andalan Nvidia. Teknologi Euclyd secara khusus ditujukan untuk kebutuhan inferensi AI, termasuk melalui rancangan arsitektur prosesor dan memori.

Nvidia selama ini mendominasi pasar chip AI kelas atas setelah GPU yang awalnya dikembangkan untuk kebutuhan gim banyak digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI.

Namun, dominasi tersebut mulai menghadapi tantangan seiring meningkatnya kebutuhan komputasi AI. Sejumlah perusahaan teknologi besar atau hyperscaler dan startup kini mengembangkan chip sendiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap GPU Nvidia.

Akhir Dominasi Nvidia?

Google, Amazon Web Services (AWS), dan Meta telah mengembangkan prosesor AI mereka sendiri. OpenAI juga pada Agustus lalu mengumumkan pengembangan chip AI pertamanya yang disebut memiliki kecepatan dan efisiensi tinggi.

Kastrup mengatakan perkembangan AI membutuhkan perubahan mendasar pada infrastruktur komputasi.

"AI kini menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, penemuan ilmiah, dan daya saing nasional, namun potensinya akan tetap terbatas kecuali kita mengubah infrastruktur dasarnya secara fundamental," ujar Kastrup dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (15/9).

Euclyd mengklaim teknologi chip yang dikembangkannya dapat mengurangi konsumsi energi serta biaya infrastruktur pusat data AI. Hal tersebut menjadi semakin penting seiring melonjaknya investasi pusat data untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI.

Meski demikian, sistem Euclyd masih belum teruji dalam skala besar untuk penggunaan komersial.

Startup tersebut menargetkan dua sumber pendapatan, yakni penjualan perangkat keras dan sistem rak kepada perusahaan yang membutuhkan layanan inferensi AI secara mandiri dan aman, serta lisensi kekayaan intelektual bagi perusahaan yang ingin mengembangkan chip sendiri menggunakan teknologi Euclyd.

Bagi Euclyd, dukungan Samsung juga dinilai memberikan keuntungan di luar pendanaan. Samsung merupakan salah satu produsen memori terbesar dunia dan memiliki kemampuan rekayasa serta jaringan rantai pasok semikonduktor yang luas.

"Samsung dapat membantu kami dalam berbagai hal, tidak hanya soal pendanaan. Mereka adalah salah satu produsen memori terbesar di dunia. Mereka memiliki keahlian rekayasa yang luas, pemahaman mendalam tentang sistem dan rantai pasok, serta jaringan yang sangat besar," ujarnya.

Euclyd menargetkan mulai meluncurkan sistem chip fisiknya pada 2028. Perusahaan juga menargetkan dapat melayani ribuan pelanggan korporasi pada 2030.

 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...