Krisis Pasokan RAM, Samsung dan Google Naikkan Harga Ponsel Budget

Tia Dwitiani Komalasari
3 Oktober 2026, 17:54
Ilustrasi RAM terbatas
Ilustrasi AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Samsung dan Google menaikkan harga sejumlah ponsel kelas terjangkau (budget) mereka di tengah kondisi pasokan RAM yang semakin terbatas dan berdampak pada industri teknologi.

Dilansir dari laporan Engadget pada Jumat (2/10) waktu setempat, Google menaikkan harga Pixel 10a sebesar US$100 (Rp1,79 juta). Sementara Samsung menaikkan harga seluruh jajaran Galaxy A, dengan kenaikan yang berkisar antara US$30 hingga 70 (Rp537 ribu hingga Rp1,25 juta) dibandingkan harga sebelumnya.

Untuk Samsung, Galaxy A17 5G kini dibanderol US$270 (Rp4,83 juta), naik dari sebelumnya US$200 (Rp3,58 juta). Ponsel tersebut sebelumnya juga telah mengalami kenaikan harga pada Agustus.

Galaxy A27 5G naik dari US$350 (Rp6,26 juta) menjadi US$380 (Rp6,80 juta), sedangkan Galaxy A37 5G meningkat dari US$450 (Rp8,05 juta) menjadi US$490 (Rp8,77 juta). Sementara itu, Galaxy A57 5G mengalami kenaikan dari US$550 (Rp9,84 juta) menjadi US$600 (Rp10,73 juta).

Kenaikan tersebut menjadi penyesuaian harga kedua yang dilakukan Samsung dalam sepekan. Dengan perubahan harga terbaru itu, seluruh lini Galaxy A kini memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Di sisi lain, Google menaikkan harga Pixel 10a yang sebelumnya mulai dijual dengan harga US$499 (Rp8,92 juta) pada Maret. Setelah kenaikan sebesar US$100, perangkat tersebut kini dibanderol US$599 (Rp10,72 juta) di Amerika Serikat.

Kenaikan harga juga terlihat lebih besar di Kanada. Pixel 10a sebelumnya diluncurkan dengan harga 679 dolar Kanada (Rp8,52 juta), tetapi kini harganya mencapai 849 dolar Kanada (Rp10,6 juta).

Kenaikan harga ponsel tersebut terjadi ketika industri teknologi menghadapi keterbatasan pasokan RAM. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya produksi perangkat karena memori menjadi salah satu komponen yang dibutuhkan dalam pembuatan ponsel pintar.

Kondisi pasokan RAM ke depan juga masih belum pasti. Salah satu skenario yang lebih optimistis adalah peningkatan produksi RAM di China dapat membantu memperbaiki pasokan dalam sekitar satu tahun.

Namun, terdapat pula perkiraan bahwa harga RAM tetap mahal hingga 2030. Jika kondisi tersebut berlanjut, kenaikan harga perangkat kelas terjangkau berpotensi menjadi persoalan yang lebih panjang bagi konsumen.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...