Kaspersky Temukan Situs Toko Merchandise F1 Palsu Jelang Balapan di Sepang

Image title
Oleh Magang
5 Oktober 2026, 11:41
Kaspersky, situs palsu, F1, Sepang Malaysia
Vecteezy.com/Irina Kryvasheina
Ilustrasi balap mobil F1.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan sejumlah situs web palsu yang menyamar sebagai toko merchandise Formula 1 (F1) menjelang kembalinya ajang balap tersebut ke Malaysia. Kaspersky menemukan situs-situs tersebut menjelang balapan F1 di Sirkuit Internasional Sepang pada 2-4 Oktober 2026. Ajang tersebut kembali digelar di Malaysia setelah sembilan tahun absen.

Situs palsu tersebut menawarkan pakaian tim dan memorabilia F1 dengan menggunakan merek, gambar pembalap, serta logo tim agar terlihat seperti toko resmi. Kaspersky memperingatkan penggemar yang melakukan pembelian di situs tersebut berisiko mengalami kerugian dan kehilangan data pribadi.

Beberapa situs bahkan dibuat menyerupai toko online ternama. Situs tersebut dilengkapi fitur pencarian produk, akun pengguna, keranjang belanja, serta klaim pengiriman ke berbagai negara.

Risiko utama muncul ketika pengguna memasuki tahap pembayaran. Pembeli diminta memasukkan informasi pribadi dan data pembayaran melalui situs tersebut.

Data yang dikirimkan dapat jatuh ke tangan penipu. Di sisi lain, pembayaran juga dapat tetap diproses meskipun barang yang dipesan tidak pernah dikirimkan.

Managing Director Kaspersky untuk wilayah Asia Pasifik Adrian Hia mengatakan ajang olahraga besar dapat membuat penggemar kurang teliti ketika menemukan barang yang berkaitan dengan tim atau pembalap favorit.

Penjahat Siber Memanfaatkan Antusiasme Konsumen

Menurut dia, pelaku kejahatan siber memanfaatkan antusiasme dan pengenalan terhadap merek untuk membuat situs palsu terlihat meyakinkan.
“Ajang besar sering kali menciptakan situasi di mana orang kurang teliti, terutama saat mereka menemukan tim atau pembalap favorit, ataupun merchandise yang ingin mereka beli,” ujar Adrian.

Ia mengimbau penggemar berhenti sejenak dan memeriksa keaslian penjual sebelum melakukan transaksi.

“Penjahat siber memanfaatkan perubahan fokus ini, di mana rasa antusias dan pengenalan merek bisa mengalahkan sikap waspada untuk melakukan verifikasi. Oleh karena itu, penting bagi penggemar untuk berhenti sejenak dan memastikan apakah mereka berurusan dengan penjual resmi sebelum melakukan pembelian," ujarnya.

Kaspersky menyarankan pengguna memeriksa alamat situs, termasuk ejaan nama merek, sebelum melakukan pembelian. Pengguna juga perlu memastikan toko tersebut merupakan pengecer atau mitra resmi.

Selain itu, Kaspersky menyarankan pembelian dilakukan melalui platform resmi dan terpercaya untuk mengurangi risiko pencurian data, penipuan pembayaran, maupun kebocoran informasi sensitif.

Pengguna juga disarankan menggunakan solusi keamanan yang dapat mendeteksi halaman berbahaya dan memblokir upaya phishing. Aktivitas pembayaran perlu dipantau dengan mengaktifkan notifikasi transaksi dan memeriksa mutasi rekening secara berkala untuk mendeteksi transaksi yang tidak sah.

Penulis: Reihan Cahya (magang)

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...