Princeton Digital Group Jual Bisnis Pusat Data Enterprise ke Entitas Sinar Mas
Princeton Digital Group (PDG), operator pusat data di Asia Pasifik, menandatangani perjanjian definitif untuk menjual bisnis pusat data enterprise di Indonesia kepada PT SMPlus Digital Investama. SM+ merupakan platform investasi infrastruktur dan layanan digital yang didukung oleh konglomerasi bisnis Sinar Mas.
Transaksi ini mencakup lima fasilitas pusat data PDG yang telah beroperasi dan berlokasi di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru. PDG mengakuisisi fasilitas-fasilitas tersebut saat memasuki pasar Indonesia pada 2019. Sejak itu, PDG telah berinvestasi dan meningkatkan kualitas portofolio tersebut.
"Sejak awal pendirian PDG, strategi kami adalah memasuki suatu pasar, membangun kehadiran operasional yang kuat, lalu melakukan ekspansi untuk mencapai skala. Di Indonesia, kami memasuki pasar melalui akuisisi portofolio pusat data yang sudah mapan, sembari berinvestasi untuk memperluas kapabilitas kami dan membangun bisnis hyperscale," ujar Rangu Salgame, Chairman, CEO, dan Co-Founder PDG, dalam siaran pers.
Sejak saat itu, PDG telah mengembangkan portofolio hyperscale berkapasitas 400 MW di Indonesia. Fasilitas tersebut terdiri atas kampus JC2, JC3, dan JC4. Perusahaan berencana untuk terus berinvestasi dalam ekspansi pusat data.
"Transaksi ini merupakan langkah alami untuk terus melayani kebutuhan pelanggan hyperscale kami yang terus berkembang di Indonesia dan di seluruh kawasan Asia Pasifik," ujar Salgame.
Transaksi ini masih bergantung pada pemenuhan persyaratan penutupan (closing conditions) yang lazim. Total portofolio PDG saat ini melampaui 1,8 GW, tersebar di delapan negara di Asia Pasifik.
Ekspansi SM+ Gandeng Investor Korea
Pada Maret 2025, SM+ membangun pusat data SMX01 di kawasan pusat bisnis Jakarta. Total investasinya lebih dari US$ 300 juta atau Rp 4,9 triliun (kurs Rp16.447 per US$). Anak usaha Sinar Mas itu melakukan kerja sama strategis dengan Korea Investment Real Asset Management (KIRA) serta LG Sinar Mas sebagai penasihat teknologi dan operator.
SMX01 dirancang untuk menjadi pusat data dengan konektivitas tinggi dan kesiapan untuk mendukung teknologi kecerdasan buatan atau AI. Fasilitas ini ditargetkan beroperasi pada 2026.
Dengan luas hampir 15.500 meter persegi, fasilitas itu akan menyediakan hingga 2.400 rak yang tersebar di sembilan data hall alias ruangan tempat rak server. Setiap data hall dapat menampung hingga 340 rak dan mendukung berbagai kebutuhan pelanggan, termasuk layanan colocation, hyperscale dengan kepadatan daya tinggi, serta aplikasi AI dan mesin pembelajaran alias machine learning.
