Sang Hyang Seri Beberkan Pencapaian Positif Selepas Merger

Setahun usai merger pada Desember 2021, PT Sang Hyang Seri mengungkap sejumlah pencapaian positif perusahaan.
Image title
6 Desember 2022, 14:27
Setahun usai merger pada Desember 2021, PT Sang Hyang Seri mengungkap sejumlah pencapaian positif perusahaan.
PT Sang Hyang Seri
Setahun usai merger pada Desember 2021, PT Sang Hyang Seri mengungkap sejumlah pencapaian positif perusahaan.

Satu tahun setelah merger pada Desember 2021, PT Sang Hyang Seri mengungkap sejumlah pencapaian positif perusahaan. Salah satu yang disorot adalah upaya restorasi bertahan pada lahan petani di Sukamandi, Subang, seluas 800 hektar dari total keseluruhan aset sebanyak 3.200 hektar.

Sebagai informasi, PT Sang Hyang Seri resmi melebur dengan PT Pertani (Persero) yang sama-sama memiliki bisnis inti di bidang pertanian, terutama benih. Upaya penggabungan kedua perusahaan dilakukan dalam rangka mendorong efisiensi bisnis. 

Direktur Utama Sang Hyang Seri Maryono mengungkapkan, “kami akan terus berusaha membawa perusahaan ke arah yang lebih baik. Semoga perjalanan satu tahun penggabungan perusahaan ini dapat menjadi awal yang baik untuk kesuksesan  perusahaan ke depan.”

Per Desember 2021, Sang Hyang Seri telah memasok benih padi dari petani sebanyak 7.000 ton ke hampir 24 provinsi di Indonesia melalui program e-catalogue permintaan Kementerian Pertania dan Dinas Pertanian Daerah. Pasokan tersebut untuk memenuhi kebutuhan areal lahan hingga 300 ribu hektar sawah.

Advertisement

Lebih lanjut, restorasi lahan melalui mekanisasi dan teknologi pertanian ini bertujuan untuk mendongkrak produktivitas lahan. Setelah dikaji, mereka menemukan produktivitasnya turun karena eksploitasi tanah secara berlebihan selama puluhan tahun. Eksploitasi ini mengakibatkan tanah menjadi asam dengan Ph 5,5 dengan panen di bawah rata-rata nasional sebesar 5,6 ton per hektar.

Dalam mengelola aset lahan tersebut, Sang Hyang Seri berkerjasama dengan beberapa lembaga pendidikan, yakni Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI). Kerja sama ini untuk mendapat kajian terkait permasalahan maupun peluang pertanian.

Selain itu, perusahaan juga menggandeng berbagai Instansi, seperti PT PLN (Persero) dalam pemanfaatan limbah pertanian menjadi Pelet Sekam, PT GSI dalam pengembangan Energi Baru terbarukan (EBT), WILMAR dalam pengembangan budidaya benih padi, dan POLRI dalam Program Pelatihan Budidaya Pertanian.

Dari sisi pemasaran, perusahaan juga meluncurkan kembali (relaunch) sejumlah produk melalui penggantian kemasan yang meliputi Pupuk Organik Bintang Kuda Laut, Benih Padiku Unggul Platinum, Unggul dan Beras Premium Ratu Mutiara Aromatik, serta Long Grain.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait