Mendukung UMKM Perempuan dengan Go Digital

Teknologi digital membawa UMKM menjangkau pasar yang lebih luas
Image title
6 Oktober 2021, 17:41
UMKM PEREMPUAN GO DIGITAL
Katadata

Jakarta - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perempuan memiliki andil besar dalan perekonomian bangsa, khususnya dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN). Kepala Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk, Ishak Danuningrat mengatakan, dengan dukungan yang tepat dan kesempatan yang sama, UMKM perempuan tidak hanya bisa menjadi pahlawan ekonomi keluarga namun juga pahlawan ekonomi nasional.

"Dengan memanfaatkan teknologi digital seperti melalui platform e- commerce dan juga media sosial. UMKM kini dapat menjangkau pasar yang jauh lebih luas dibandingkan melalui cara tradisioonal," kata Ishak dalam Webinar SAPA untuk Indonesia dengan tema "UMKM Perempuan Go Digital", Rabu (6/10/2021).

Menurut Ishak, fakta teknologi digital berhasil membawa UMKM perempuan dapat menjangkau pasar yang luas terlihat dari UMKM perempuan binaan Sampoerna. Mereka terbukti mampu menembus pasar ekspor.

"Kami semakin optimistis melihat geliat UMKM perempuan. Namun kita perlu ingat meski telah banyak hal yang dilakukan untuk memajukan UMKM dan memberdayakan perempuan, masih banyak lagi hal yang dapat diperbuat. Dengan semangat gotong royong, saya yakin kita dapat memaksimalkan potensi UMKM dan turut membawa Indonesia untuk pulih dari krisis Covid 19. Bahkan melesat menuju masa depan yang lebih baik. Majulah UMKM Indonesia," ujar Ishak.

Plt Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menjelaskan berdasarkan data Kemenperin, dari sisi penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan yaitu 10,3 juta orang, sekitar 48,2 persen merupakan tenaga kerja pelaku usaha industri kecil dan menengah (IKM) adalah perempuan. Saat ini distribusi tenaga kerja perempuan terpusat di Pulau Jawa, sejumlah 66,27 persen.

"Pengusaha perempuan punya peran strategis dalam pengembangan IKM antara lain agen perubahan dengan peran mengembangbangkan industri di daerah yaitu memanfaatkan sumber daya setempat, membuka lapangan kerja dan kesempatan kerja bagi perempuan lainnya, meningkatkan sumber pendapatan keluarga sehingga meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga, serta membentuk wirausaha baru perempuan yang berkembang dan inovatif," tutur Reni.

Ia menambahkan, Kemenperin mencatat saat ini jumlah IKM sekitar 4,4 juta unit usaha. Jumlah tersebut menggambarkan IKM sekitar 99,77 persen dari keseluruhan pelaku usaha yang ada. Meski demikian, nilai output IKM masih sangat rendah hanya 21,22 persen. Untuk itu, perlu akselerasi dalam meningkatkan kontribusi IKM terhadap industri nasional.

"IKM perlu didukung baik itu oleh pemerintah, swasta, dan komunitas penggerak masyarakat agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan konsisten. Sehingga produk-produk diterima dan diserap pangsa pasar yang lebih luas lagi," kata dia.

Digital Transformation Business & Export Development Organisation (BEDO) Agra Locita mengungkap suka duka dalam mendampingi UMKM perempuan untuk Go Digital.

"Melatih itu terus terang dari diri mereka sendiri. Kami memberi fasilitas dan kemudahan. Bagaimana mensuport kepercayaan diri mereka. Hanya kadang kalau belum biasa, pasti langsung menganggap diri tidak bisa. Mengubah mereka secara perlahan-lahan untuk menggunakan sesuatu yang baru dan mempelajari yang baru," kata Agra.

Ketua Umum Induk Koperasi Pengusaha Wanita Indonesia (INKOWAPI), Sharmila Yahya menjelaskan anggota INKOWAPI wajib go digital. Pasalnya go digital masuk dalam tiga program INKOWAPI yaitu go digital, go warung, dan go eksport.

"Ketiganya suka atau tidak suka, mau tidak mau pakai digital atau sotfware. Dalam perjalanannya kita punya sendiri aplikasi di playstore dengan nama Sembako Sahara," jelasnya.

Dengan demikian, kata Sharmila, anggota INKOWAPI semuanya wajib harus pakai digital. INKOWAPI tidak bisa memberikan mendukung apapun tanpa digital.

"Memang masalah dalam membuat sesuatu. Tidak seperti membalik telapak tangan karena Covid 19, suka tidak suka membawa pada digital. Tapi memang harus ada ekstra untuk Ibu-ibu. Harus ada pendamping yang sabar banget. Dan yang menarik ibu-ibu senangnya gimmick. Misal kalau pakai digital tapi dapat apa?. Itu dinamika," paparnya.

Saat ini, sekitar 5 ribu dari 10 ribu warung sembako anggota INKOWAPI telah masuk digital.

Hal senada diungkapkan Pemilik Toko SRC, Muslimah Hasanah. Muslimah mengatakan, mengedukasi pelanggan untuk menggunakan digital membutuhkan upaya yang tinggi. Digitalisasi perlu dilakukan mengingat SRC difasilitasi dengan aplikasi oleh Sampoerna, Ayo Kelontong. Aplikasi ini memudahkan pelanggan karena terdapat jasa pesan antar.

"Effort yang sangat tinggi, sabar, tekun, telaten. Tergantung pendekatan kita bagaimana. Ada yang menolak, ada yang semangat. Edukasi tidak terputus," kata Muslimah.

Sementara itu VP Corporate Affairs Bukalapak, Siti Sufintri Rahayu mengatakan, dari 6,6 juta pelapak di marketplace Bukalapak sekitar 40 persen merupakan pelapak perempuan.

"Seimbang antara pelapak perempuan dan laki-laki," kata Siti,

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait