Menpar Siapkan Tiga Strategi Pemulihan Pariwisata Banten

Tiga strategi pemulihan pemerintah itu di antaranya dari sisi SDM atau kelembagaan, pemulihan destinasi dan pemasaran.
Image title
Oleh Ekarina
28 Desember 2018, 09:22
Tsunami Selat Sunda
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Kapal yang terdampar ke pemukiman penduduk akibat gelombang tsunami di desa Sukamanah, Anyer, Banten, Senin (24/12/2018).

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya siapkan tiga strategi untuk memulihkan pariwisata Banten yang terdampak tsunami di Selat Sunda. Strategi pemulihan itu antara lain  dari sisi SDM atau kelembagaan, pemulihan destinasi dan pemasaran.

"Strategi pemulihan ini dilakukan saat masa tanggap darurat selama 14 hari selesai," ujar Menpar Arief Yahya, Kamis (27/12).

Menurutnya, pemulihan SDM dan kelembagaannya akan dilakukan melalui kegiatan trauma 'healing' untuk masyarakat yang berdomisili dan berusaha di destinasi wisata, termasuk para pekerja di sektor industri pariwisata, seperti pegawai hotel, komunitas, dan industri pariwisata tersebut.

(Baca: Tsunami Selat Sunda Sebabkan Puluhan Hotel Sekitar Carita Rusak Parah)

Advertisement

Arief menyadari, bahwa banyak dari mereka kesulitan dalam membayar cicilan, atau tagihan listrik dan air pascabencana. "Untuk itu, nanti Kemenpar akan meminta kepada pihak terkait, untuk memberi relaksasi di bidang keuangan, termasuk cicilan ke bank. Itu juga yang kami lakukan di Bali dan Lombok beberapa waktu lalu," katanya.

Sementara strategi  pemulihan pemasaran bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepercayaan kepada masyarakat untuk berwisata ke pesisir Selat Sunda, terutama ke Pandeglang dan Serang.

"Yang pertama kita lakukan adalah membuat event-event pemerintah. Saya mengundang seluruh Kementerian dan Lembaga untuk mengadakan acara di Banten," katanya.

Penyelenggaraan acara itu rencana akan dilakukan pada awal Januari mendatang, dengan menggelar rapat koordinasi pemulihan pasca tsunami yang berlokasi di salah satu hotel tidak terdampak di kawasan Anyer.

Strategi ketiga adalah pemulihan destinasi yang membutuhkan sinergi dengan kementerian/lembaga lain untuk memperbaiki destinasi terdampak.

Pihaknya menyatakan akan fokus untuk bersinergi demi upaya pemulihan destinasi sesegera mungkin.

(Baca: KEK Tanjung Lesung Terkena Tsunami, Perbaikan Tanggung Jawab Pengelola)

Arif juga berharap masa pemulihan bisa berlangsung dalam tiga bulan untuk kembali normal sebagaimana yang  pernah terjadi di Bali dan Lombok pasca bencana.

"Recovery harus secepat mungkin. Untuk Anyer dan sekitar saya prediksi satu bulan sudah mulai pulih. Pemerintah yang harus memulai. Karena bila pemerintah sudah masuk, kepercayaan masyarakat sudah tentu ikut," katanya.

Hal yang paling mudah untuk mengembalikan lagi kepercayaan wisatawan hingga investor berupaya kesiapan dan komitmen pemulihan dari Pemerintah.

"Ketika pemerintah turun ke lapangan tidak perlu banyak bicara sudah pasti akan pulih. Baik dari wisatawan ataupun investor," katanya.

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait