Kemenhub Dorong Sistem Transportasi Cerdas di Masa Normal Baru

Selain penggunaan teknologi tiket nirsentuh, Kemenhub juga mendorong pembayaran nontunai, informasi digital dan sistem aplikasi.
Image title
5 Agustus 2020, 19:46
Karyawan mencoba alat pembayaran nontunai saat uji coba bus listrik di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba dua bus listrik EV1 dan EV2 rute Balai Kota - Blok M dengan m
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Karyawan mencoba alat pembayaran nontunai saat uji coba bus listrik di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba dua bus listrik EV1 dan EV2 rute Balai Kota - Blok M dengan mengangkut penumpang.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong penggunaan sistem cerdas (intelligent system) pada sejumlah moda transportasi. Penerapan sistem tersebut tetap diikuti dengan penerapan protokol kesehatan dalam menghadapi adaptasi kebiasaan normal baru (new normal) akibat pandemi. 

“Pemerintah mendorong secara maksimal penerapan intelligent system dan protokol kesehatan seperti contactless ticketing," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikutip dari keterangan pers pada Rabu (5/8).

Selain penggunaan teknologi tiket nirsentuh, Kemenhub juga mendorong pembayaran nontunai, informasi digital, sistem aplikasi, dan displin menjaga jarak fisik.

Terkait pengembangan transit, lanjut dia, hal itu tidak terlepas dari pengembangan Sistem Trunk and Feeder. Trunk sebagai sistem transportasi massal layaknya MRT, BRT dan LRT, memerlukan dukungan dari sistem pengumpan sebagai first mile dan last mile melalui moda angkutan dengan ukuran yang lebih kecil dan fleksibel.

Budi pun menilai, penyediaan layanan pengumpan (feeder) konvensional kurang dapat diandalkan seiring dengan pertumbuhan permintaan perjalanan di kota. Oleh karena itu, perlu sistem yang mampu melayani kebutuhan perjalanan masyarakat secara fleksibel dan terjangkau secara real-time.

Keberadaan sistem Ride Hailing dapat dimanfaatkan untuk mengisi kebutuhan layanan pengumpan. Hal ini guna mendukung layanan transportasi massal perkotaan secara optimal.

Dengan basis layanan yang bersifat on-demand services, layanan ride hailing memiliki keunggulan dibandingkan pengumpan konvensional. Beberapa kelebihan itu di antaranya akses lebih mudah dalam melayani kebutuhan first mile dan last mile, di mana saja dan kapan saja.

Budi berharap dengan pengembangan sistem transit yang andal serta keterpaduannya dengan ride hailing, era mobility as a services dapat terwujud. Yang mana artinya, perjalanan dapat dilakukan oleh semua orang di seluruh wilayah tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

“Maka dari itu, integrasi antar moda merupakan solusi,” katanya.

Selain itu, masyarakat masih merasa waspada untuk menggunakan angkutan umum pada masa pandemi. Oleh karenanya, pemerintah berusaha melakukan upaya pemulihan dengan memastikan layananan angkutan umum masal menerapkan protokol kesehatan.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait