BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Angin Kencang di 4 Wilayah, Ini Penyebabnya

Tia Dwitiani Komalasari
5 Desember 2024, 11:13
Seorang anak bermain di bibir pantai saat ombak dan angin kencang menerjang di Desa Teluk, Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (2/12/2024).
ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/rwa.
Seorang anak bermain di bibir pantai saat ombak dan angin kencang menerjang di Desa Teluk, Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (2/12/2024).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan sejumlah wilayah berpotensi banjir pada Desember 2024.  Hal itu merupakan dampak dari masuknya seruak dingin dari dataran tinggia Siberia. 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan seruak dingin  menyebabkan peningkatan curah hujan secara ekstrem dan memicu terjadinya banjir di beberapa daerah, seperti Jawa Barat, Lampung, Banten, dan DKI Jakarta. Peningkatan curah hujan tersebut dapat terjadi hingga perayaan Tahun Baru 2025.

 "Saat (seruak dingin) landing ke Indonesia bagian barat yaitu Jawa Barat, Lampung, Banten, DKI, ini peristiwanya mirip kalau skenario terburuk, doa kami Insya Allah tidak akan buruk, meningkatkan curah hujan dengan intensitas yang ekstrem," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dikutip dari tayangan Youtube Komisi V DPR, Kamis (5/12).

Selain curah hujan tinggi, Dwikorita mengatakan, seruak dingin juga berdampak pada kecepatan angin di 20–29 Desember 2024. "Diprediksi mulai Desember ini sudah bergerak mengarah ke wilayah Indonesia, diprediksi landingnya kira-kira sekitar tanggal 20 Desember sampai sekitar 29 Desember," ujarnya.

Diketahui, seruak dingin merupakan fenomena cuaca yang terjadi ketika tekanan atmosfer naik lebih tinggi daripada kenaikan akibat gerakan antisiklon atau lembangan di sekitarnya. Pada 2020, seruak dingin pernah terjadi di Jabodetabek hingga menyebabkan banjir besar.

"Contoh yang terjadi di 2020, di Januari, kondisi terparah adalah di Jabodetabek banjir saat itu. Skenario teringan yang pernah terjadi sekitar dua tahun lalu saat penyeberangan di Merak, tiba-tiba kapal yang sudah parkir oleng karena seruak angin itu," ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak terburuk itu, Dwikorita mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan pergerakan seruak dingin itu. Ia juga meminta kerja sama dari lintas kementerian, seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub), untuk mengantisipasi dampak terburuk saat mudik Natal dan Tahun Baru nantinya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...