Kualitas Udara Jakarta, Tangerang, dan Tangerang Selatan Jadi yang Terburuk
Jakarta, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan, Banten mencatatkan kualitas udara terburuk di Indonesia, pada Senin (10/3) pagi. Berdasarkan data yang dihimpun situs pemantau udara IQAir pada pukul 09.10 WIB, Jakarta menjadi kota dengan kualitas udara terburuk dengan indeks AQI poin sebesar 143 atau masuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.
Sementara itu, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan menempati peringkat kedua dan ketiga dengan indeks AQI poin masing-masing 134 dan 132 atau masuk pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.
Berikut lima kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia Senin (10/3):
1. Jakarta dengan AQI poin 143 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif
2. Kota Tangerang, Banten dengan AQI poin 134 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif
3. Tangerang Selatan, Banten dengan AQI poin 132 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif
4. Depok, Jawa Barat dengan AQI poin 120 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif
5. Bandung, Jawa Barat dengan AQI poin 115 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif
Kota dengan kualitas udara terbaik di Indonesia ditempati oleh Palangkaraya, Kalimantan Tengah dengan indeks AQI poin sebesar 9 atau berada pada kategori baik.
Di tingkat global, kota dengan kualitas udara terbaik ditempati oleh Sydney di Australia dengan indeks AQI poin sebesar 12 atau masuk dalam kategori baik. Adapun kota dengan kualitas udara terburuk di dunia ditempati oleh Dhaka di Bhangladesh dengan AQI poin sebesar 248 atau masuk ke dalam kategori sangat tidak sehat.
Indeks AQI menunjukkan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Kategori baik memiliki rentang PM 2,5 sebesar 0-50, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika.
Kategori sedang dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100, yakni kualitas udara tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika.
Kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang PM 2,5 101-150, yakni kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif dan bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Kategori tidak sehat dengan rentang PM 2,5 di angka 151-200, yaitu kualitas udara di wilayah tersebut tidak sehat bagi manusia untuk beraktivitas di luar.
Kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Kategori berbahaya dengan rentang PM 2,5 sebesar 300-500 atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia
