Jakarta Masuk Lima Besar Kota dengan Kualitas Udara Terburuk Dunia

Tia Dwitiani Komalasari
8 Mei 2025, 07:43
Seorang anak berjalan dengan latar belakang gedung-gedung di Jakarta, Rabu (9/4/2025). Setelah mengalami perbaikan signifikan selama masa libur Lebaran, kualitas udara Jakarta kembali berada dalam kondisi tidak sehat atau memiliki indeks kualitas udara (A
ANTARA FOTO/Ferlian Septa Wahyusa/app/tom.
Seorang anak berjalan dengan latar belakang gedung-gedung di Jakarta, Rabu (9/4/2025). Setelah mengalami perbaikan signifikan selama masa libur Lebaran, kualitas udara Jakarta kembali berada dalam kondisi tidak sehat atau memiliki indeks kualitas udara (Air Quality Index/ AQI) di angka 153 pada Rabu (9/4) dan termasuk dalam peringkat kedelapan terburuk sedunia versi situs pemantau kualitas udara IQAir.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Jakarta berada di posisi ke-4 kota dengan kualitas terburuk dunia pada Kamis pagi (8/5). Berdasarkan situs pemantauan IQ Air, Kualitas udara Jakarta termasuk kategori tidak sehat dengan indeks 156.

Kota dengan kualitas udara terburuk dunia ditempati oleh India dengan indeks 194, atau masuk kategori tidak sehat. Sedangkan kota dengan kualitas udara terbersih dunia adalah Kyiv, Ukraina dengan AQI poin 11.

Berikut lima kota dengan kualitas udara terburuk dunia pada Kamis pagi (8/5):

1. Delhi, India dengan AQI poin 194 atau berada pada kategori tidak sehat
2. Lahore, Pakistan dengan AQI poin 180 atau berada pada kategori tidak sehat
3. Beijing, Cina dengan AQI poin 174 atau berada pada kategori tidak sehat
4. Jakarta, Indonesia dengan AQI poin 156 atau berada pada kategori tidak sehat tidak sehat
5. Kinshasa, Kongo dengan AQI poin 153 atau berada pada kategori tidak sehat.

Indeks AQI menunjukkan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Kategori baik memiliki rentang PM 2,5 sebesar 0-50, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika.    

Kategori sedang dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100, yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika. 

Kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang PM 2,5 101-150, yakni kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif dan bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.   

Kategori tidak sehat dengan rentang PM 2,5 di angka 151-200, yaitu kualitas udara di wilayah tersebut tidak sehat bagi manusia untuk beraktivitas di luar.    

Kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.    

Kategori berbahaya dengan rentang PM 2,5 sebesar 300-500 atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia


Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...