Mesir akan Bangun Kota di Gurun Pasir, Andalkan Air Sungai Nil
Mesir akan membangun sebuah kota gurun yang bakal mendapatkan pasokannya airnya dari pengalihan sekitar 7% dari kuota tahunan Sungai Nil dari tanah delta yang subur. Kota tersebut akan mencakup unit-unit perumahan kelas atas dengan dinding kaca dan proyek pertanian yang besar.
"Mesir, yang menghadapi kekurangan air, keterbatasan listrik, dan krisis ekonomi yang semakin dalam, menginginkan pembangunan ini untuk membantu meningkatkan nilai aset negara dan mendongkrak harga tanah melalui ide-ide non-tradisional dan inovatif,” ujar Perdana Menteri Mostafa Madbouly, seperti dikutip Reuters, Minggu (1/6).
Sekitar 10 juta meter kubik air Sungai Nil akan mengalir setiap hari ke kota Jirian seluas 6,8 juta meter persegi. Di kota yang terletak 42 km di sebelah barat pusat kota Kairo itu, air dari Sungai Nil akan membantu mengairi proyek pertanian Delta Baru seluas 2,28 juta hektare.
Tiga pengembang swasta telah menandatangani perjanjian resmi dengan Mostakbal Misr, sebuah lembaga yang berafiliasi dengan militer. Proyek ini akan mencakup 20 ribu unit hunian, zona komersial, marina kapal pesiar, dan zona ekonomi bebas.
Proyek Bernilai US$ 20 Miliar
Kabinet Mesir menyebut pembangunan kota Jirian itu diperkirakan menelan biaya US$ 20 miliar atau sekitar Rp 324,9 triliun. Melansir laporan Zawya.com, kota seluas 6,8 juta meter persegi ini menyisihkan sekitar satu juta meter persegi untuk kegiatan administratif, komersial, dan jasa.
Fasilitas yang ada di kota baru ini meliputi pusat perbelanjaan, hotel internasional, universitas, rumah sakit, dan klub olahraga kelas dunia.
Pemerintah menyebut badan air akan mencakup sekitar 20% dari tata letak kota, dilengkapi dengan ruang hijau yang mencapai 30%, sehingga memastikan kelestarian lingkungan dan lingkungan hidup yang khas.
Jirian juga akan memanfaatkan tiga sumber irigasi, termasuk cabang Sungai Nil yang membentang dari Rasheed dan melintasi kota secara terpusat.
Perdana Menteri Madbouly menekankan pentingnya Jirian. Ia menggambarkan kota itu sebagai kota yang cerdas dan ramah lingkungan dan menyoroti perannya dalam memajukan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
